Mengenal Badai Sitokin dan Gejalanya, Penyebab Raditya Oloan Meninggal dan Deddy Corbuzier Kritis

Simak informasi tentang Badai Sitokin yang sebabkan Deddy Corbuzier kritis dan membuat Raditya Oloan meninggal usai terkena Covid-19.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Deddy Corbuzier akui sempat terpapar Covid-19 bahkan menghadapi kondisi kritis karena mengalami badai sitokin. 

Secara garis besar, badai sitokin adalah riam respon imun yang berlebihan yang bisa menyebabkan masalah serius.

Seperti diketahui, sistem kekebalan tubuh mengandung banyak komponen berbeda yang bisa membantu manusia melawan infeksi.

Itu mencakup berbagai jenis sel yang berkomunikasi satu sama lain melalui molekul sinyal yang dikenal sebagai sitokin.

Ada banyak sitokin berbeda yang melakukan berbagai macam fungsi.

Beberapa diantaranya membantu merekrut sel-sel kekebalan lainnya, beberapa lagi membantu memproduksi antibodi atau sinyal rasa sakit.

Selain itu, beberapa lainnya membuat pembekuan darah menjadi lebih mudah, serta membantu menghasilkan peradangan yang membuat pembuluh darah lebih bocor dari biasanya.

Sedangkan, kelompok sitokin lain membantu meredam respons peradangan tubuh.

Semua itu adalah keseimbangan yang penting, karena terlalu banyak peradangan bisa menyebabkan masalah tersendiri.

Dalam keadaan normal, sitokin membantu mengoordinasikan respons sitem kekebalan tubuh untuk menangani zat menular, seperti virus atau bakteri.

Masalahnya adalah terkadang respons peradangan tubuh bisa lepas kendali yang menyebabkan lebih banyak kerugian daripada kebaikan.

Kadang-kadang tubuh memproduksi terlalu banyak sitokin inflamasi dan tidak cukup sitokin yang memodulasi peradangan.

Sitokin inflamasi kemudian mulai "menyerbu" di luar kendali, tanpa umpan balik yang cukup dari sitokin anti-inflamasi.

Pada orang yang mengalami sindrom badai sitokin, sitokin tertentu hadir dalam darah dengan jumlah yang lebih tinggi dari normal.

Pada Covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi tampaknya terlibat dalam pengembangan sindrom gangguan pernapasan akut.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved