Mengenal Badai Sitokin dan Gejalanya, Penyebab Raditya Oloan Meninggal dan Deddy Corbuzier Kritis

Simak informasi tentang Badai Sitokin yang sebabkan Deddy Corbuzier kritis dan membuat Raditya Oloan meninggal usai terkena Covid-19.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Deddy Corbuzier akui sempat terpapar Covid-19 bahkan menghadapi kondisi kritis karena mengalami badai sitokin. 

Hal tersebut bisa menjadi penyebab utama kematian pada orang yang terinfeksi Covid-19.

Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan meninggal dunia usai berjuang melawan badai sitokin.
Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan meninggal dunia usai berjuang melawan badai sitokin. (Instagram/joannaalexandra)

Baca juga: Peneliti Singapura Kembangkan Vaksin Covid-19 Booster, Berpotensi Lawan Semua Varian Virus Corona

Baca juga: Diprediksi Tak akan Hilang Sepenuhnya, Covid-19 Disebut Bakal jadi Endemi hingga Lebih dari 10 Tahun

Gejala Badai Sitokin

Badai sitokin bisa memunculkan banyak gejala yang berbeda.

Kadang-kadang ini hanya gejala ringan seperti flu, namun bisa pula menjadi parah dan mengancam jiwa.

Masih mengutip verywellhealth, gejala badai sitokin meliputi:

  • Demam dan kedinginan
  • Merasa kelelahan
  • Pembengkakan esktrem
  • Mual dan muntah
  • Sakit otot dan sendi
  • Sakit kepala
  • Ruam
  • Batuk
  • Sesak napas
  • Napas cepat
  • Kejang
  • Tremor
  • Sulit mengoordinasikan gerakan
  • Kebingungan dan halusinasi
  • Lesu dan respons tubuh yang buruk

Tekanan darah yang sangat rendah dan peningkatan pembekuan darah juga bisa menjadi tanda dari adanya badai sitokin parah.

Jantung mungkin tidak akan memompa darah secara maksimal seperti biasanya.

Akibatnya, badai sitokin dapat mempengaruhi beberapa sistem organ dan berpotensi menyebabkan kegagalan organ dan kematian.

(TribunTernate.com/Ron)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved