Breaking News:

Paralimpiade Tokyo 2020

Ceritakan Perjuangan Anak jadi Pemain Bulu Tangkis, Ibunda Khalimatus Sadiyah: Kalau Nganter Nangis

“Tapi waktu itu (Alim)  masih kecil, jadi ibu kalau nganter sampai 2 hari itu nangis terus, nganter ke Solo. Kasihan yang lihat,” sambungnya.

Penulis: Qonitah Rohmadiena | Editor: Rohmana Kurniandari
npcindonesia.id via TribunnewsWiki
Khalimatus Sadiyah - Maslukhah, ibunda dari peraih medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 Khalimatus Sadiyah, menceritakan awal mula perjuangan sang anak menjadi seorang pemain bulu tangkis. 

TRIBUNTERNATE.COM - Maslukhah, ibunda dari peraih medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 Khalimatus Sadiyah, menceritakan awal mula perjuangan sang anak menjadi seorang pemain bulu tangkis.

Maslukhah menceritakan bahwa anaknya, yang akrab disapa dengan nama panggilan Alim, memulai perjuangannya sejak ia duduk di bangku kelas 5 SD.

“Mulai kelas 5 SD, tapi waktu itu di (pertandingan) umum ikut bendo sport, lalu ada yang nyari, orang diaspora Surabaya nyari anak difabel,” tutur Maslukhah seperti dikutip dari wawancaranya yang disiarkan di kanal Youtube KompasTV, Senin (6/9/2021).

Setelah itu, Maslukhah mengatakan bahwa sang anak diminta untuk bermain bulu tangkis di Asrama Haji Surabaya, yang kemudian menjadi awal mula karirnya menjadi seorang pemain bulu tangkis nasional.

“Lalu diajak main bulu tangkis di Asrama Haji Surabaya. Terus diajak ke Jakarta ketemu sama orang Pelatnas lalu dipanggil Pelatnas,” lanjut wanita yang sehari-hari berjualan di warung yang berada di jalan raya Kalipuro, Pungging kabupaten Mojokerto itu.

Baca juga: Profil Hary Susanto, Peraih Medali Emas Paralimpiade Tokyo 2020 di Usia Tua, Ini Sederet Prestasinya

Baca juga: Atlet Indonesia Raih Medali di Paralimpiade Tokyo 2020, Jokowi: Sangat Membanggakan Kita Semua

Maslukhah mengaku, saat ia mengantar Alim untuk berlatih di Kota Solo, dirinya kerap menangis karena ia merasa kasihan melihat sang anak yang masih kecil melakukan perjuangannya demi meraih cita-citanya.

“Tapi waktu itu (Alim)  masih kecil, jadi ibu kalau nganter sampai 2 hari itu nangis terus, nganter ke Solo. Kasihan yang lihat,” sambungnya.

“Sekarang udah alhamdulillah bisa pulang sendiri, dulu waktu kecil masih antar jemput,” katanya.

Meskipun demikian, ia dan keluarga Alim mengaku senang dan bangga menyaksikan anaknya berhasil meraih medali emas, dalam final bulu tangkis ganda putri, Paralimpiade Tokyo 2020. 

Maslukhah pun mengatakan bahwa sang anak kerap meneleponnya sesaat sebelum bertanding agar didoakan olehnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved