Covid-19 di Indonesia Lebih Rendah dari Singapura, dr Tirta Sebut Ini Terjadi karena 'Imun Natural'
Dokter tirta mengatakan bahwa imun natural diduga jadi faktor penting yang berhasil membuat kasus Covid-19 di Indonesia menurun drastis. Apa itu?
TRIBUNTERNATE.COM - Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi atau yang lebih akrab disapa dengan nama Dokter tirta mengatakan bahwa imun natural diduga jadi faktor penting yang berhasil membuat kasus Covid-19 di Indonesia menurun drastis.
Seperti diketahi, meskipun tingkat vaksinasi Indonesia masih 40 persen, namun positivity rate Covid-19 di negara ini dalam tujuh hari terakhir konsisten berada di bawah 1 persen.
Sementara, Singapura justru menghadapi lonjakan Covid-19 dengan rata-rata kasus harian sebanyak 2.279, padahal 80 persen warga negaranya telah divaksinasi.
Hal ini, kata dokter Tirta, cukup membuat sejumlah pihak, khususnya para ahli, merasa heran hingga muncullah beberapa dugaan.
Salah satu dugaan yang paling kuat yakni adalah masyarakat Indonesia telah memiliki imun natural yang membuat kasusnya kini melandai meskipun tingkat vaksinasi belum tinggi.
Hal tersebut disampaikan oleh dokter Tirta dalam sebuah video di kanal YouTube Tirta PengPengPeng yang tayang pada Minggu (3/9/2021).
Baca juga: Positivity Rate Covid-19 Indonesia Capai Angka 1%, dr Tirta Ingatkan untuk Tak Buru-Buru Traveling
Baca juga: Covid-19 Indonesia Membaik, dr Tirta Beberkan 4 Hal yang jadi Faktor Utama Penurunan Angka Kasus
Dokter Tirta menegaskan bahwa vaksinasi dan fasilitas kesehatan di Indonesia belum sebagus seperti Singapura.
Selain itu, lanjut Tirta, kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Indonesia pun tidak seketat yang dilakukan oleh Singapura.
Namun, dengan berbagai kekurangan itu, Indonesia justru mampu mengendalikan kasus Covid-19 yang kini bahkan sudah terbilang stabil.
"Indonesia itu vaksinasinya belum setinggi Singapura, Singapura sudah 80 persen, Indonesia masih 40 persen."
"Faskesnya pun nggak sebagus Singapura, nggak sebagus Inggris, kita faskesnya masih mejemuk di lahan basah, yaitu pulau Jawa,"
"Sementara, PPKM kita juga.. ya nggak ketat-ketat banget lah, nggak usah munafik, kita di daerah luar Jawa atau di daerah luar Jakarta itu masih banyak yang bebas," kata alumunus Universitas Gadjah Mada itu.

Lebih lanjut, dr Tirta juga memastikan bahwa kini sebagian besar rumah sakit di Indonesia sepi dari pasien Covid-19.
Hal ini lantas memunculkan beragam dugaan dari kalangan peneliti, dr Tirta pun menyebut bahwa ada keyakinan jumlah positif Covid-19 di Indonesia pada gelombang satu dan dua lebih banyak daripada data yang dilaporkan.
"Tapi, kok bisa Indonesia kasusnya tinggal 0,7 persen positivity rate, tingkat kematian sempat menyentuh under 100? Dan ini bukan sekedar rekayasa, memang rumah sakitnya sepi dari Covid-19," ungkap dr Tirta.