Breaking News:

Anggota Komisi VII DPR RI Minta Pemerintah Fokus Capai Target Vaksinasi Ketimbang Bangun IKN Baru

Mulyanto minta pemerintah fokus capai target vaksinasi Covid-19 hingga 90% populasi ketimbang buru-buru bangun IKN baru dengan dana dari sumber utang.

Dok DPR RI
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto meminta pemerintah untuk fokus capai target vaksinasi Covid-19 hingga 90 persen populasi daripada buru-buru bangun Ibu Kota Negara (IKN) baru dengan pendanaan dari sumber utang. 

Membangun kembali industri pengolahan yang berorientasi ekspor maupun pasar domestik, industri yang menyerap tenaga kerja tinggi, termasuk industri kecil dan menengah.

“Seharusnya pembangunan ekonomi berbasis pemberdayaan seperti itu yang diprioritaskan untuk digerakkan seiring dengan mulai bergeliatnya permintaan pasar,” tambahnya.

Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto.
Anggota Komisi VII DPR RI dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mulyanto. (Dok DPR RI)

Lebih jauh, menurut Mulyanto, utang yang semakin menumpuk, yang pembayarannya diambil dari pajak rakyat, tidak seharusnya digunakan untuk proyek mercusuar atau sekedar peninggalan pemerintah.

Sebaliknya, dana dari sumber utang sebaiknya diarahkan pada sektor yang bisa mempercepat pemulihan terkait kesehatan dan ekonomi rakyat.

"Oleh Karenanya, tidak usah mikir proyek yang seperti ini. Agar kita tidak salah fokus,” tegas Mulyanto.

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI itu menambahkan, dalam konteks saat ini tidak ada urgensi dan argumen yang kuat untuk menyegerakan kepindahan ibu kota.

Selain itu, menurut Mulyanto, umur pemerintahan rezim sekarang juga tinggal beberapa tahun lagi.

Sehingga, tidak begitu tepat untuk mengambil keputusan yang strategis seperti pemindahan ibu kota negara.

“Kita serahkan saja pada pemerintahan yang akan datang, agar dapat dilakukan pengkajian yang matang dan komprehensif, tidak grasa-grusu,” tandasnya.

Baca juga: Desain Istana Negara di Ibu Kota Baru Tuai Polemik: Kapasitas Pematung Dipertanyakan, Dianggap Boros

Baca juga: Ilmuwan Inggris Ungkap Risiko Tsunami di Dekat Ibu Kota Baru, Begini Penjelasannya

Sebanyak 100 Ribu Rumah akan Dibangun di IKN Baru, untuk Siapa?

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved