Breaking News:

Disebut sebagai Ancaman Kesehatan Terbesar bagi Manusia, WHO Peringatkan Bahaya Perubahan Iklim

“Peristiwa cuaca ekstrem yang semakin sering seperti gelombang panas, badai, dan banjir membunuh ribuan dan mengambil jutaan nyawa manusia," kata WHO.

AFP/FABRICE COFFRINI
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perubahan Iklim dan kesehatan sangat terkait erat, sehingga negara-negara harus menetapkan komitmen tinggi untuk mempertahankan pemulihan yang sehat dan ramah lingkungan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan perubahan Iklim dan kesehatan sangat terkait erat, sehingga negara-negara harus menetapkan komitmen tinggi untuk mempertahankan pemulihan yang sehat dan ramah lingkungan.

“Pandemi Covid-19 telah menyoroti hubungan yang erat antara manusia, hewan, dan lingkungan kita,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari Anadolu Agency.

WHO merilis laporan khusus tentang Perubahan Iklim dan Kesehatan menjelang Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Glasgow, Skotlandia yang dikenal sebagai COP26 dari 31 Oktober hingga 12 November.

Laporan tersebut menguraikan panduan tindakan iklim untuk komunitas kesehatan global berdasarkan penelitian yang berkembang membangun banyak hubungan tak terpisahkan antara iklim dan kesehatan.

“Pembangunan tidak berkelanjutan yang membunuh planet kita, sama seperti membunuh manusia,” kata Tedros.

WHO menyerukan kepada semua negara untuk berkomitmen pada tindakan tegas di COP26 untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.

Baca juga: Perubahan Iklim Picu Lonjakan Kematian Akibat Sambaran Petir di India, 2.500 Orang Mati Setiap Tahun

Baca juga: Krisis Iklim, PBB Peringatkan Manusia Timbulkan Dampak yang Tak Dapat Diubah Lagi bagi Bumi

Sejumlah kendaraan bermotor terendam banjir di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, Rabu (1/1/2020). Hujan deras yang mengguyur Kota Jakarta sejak sehari sebelumnya menyebabkan sebagian kawasan ibu kota terdampak banjir.
Ilustrasi Banjir. (Tribunnews/Jeprima)

"Bukan hanya karena itu hal yang benar untuk dilakukan, tetapi karena itu untuk kepentingan kita," katanya.

WHO mengatakan laporannya menggarisbawahi 10 prioritas untuk menjaga kesehatan manusia dan planet yang menopang umat manusia.

Peluncuran laporan itu bertepatan dengan surat terbuka yang dikatakan ditandatangani oleh lebih dari dua pertiga tenaga kesehatan global.

Riciannya adalah terdapat 300 organisasi yang mewakili setidaknya 45 juta dokter dan profesional kesehatan di seluruh dunia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved