Pendukung Ganjar Makin Ramai, Politisi PDIP Tegaskan Megawati Belum Tentukan Siapa Capres 2024
Nama Ganjar Pranowo makin populer, namun hingga kini Megawati Soekarnoputri belum menentukan siapa calon yang akan diusung di Pilpres 2024.
TRIBUNTERNATE.COM - Meskipun pemilihan presiden dan wakil presiden 2024 masih terbilang cukup lama, namun sejumlah partai politik sudah mulai mempersiapkan diri.
Beberapa nama tokoh pun disebut-sebut akan menjadi calon presiden dan wakil presiden yang akan akan diusung.
Sejumlah hasil survei juga menunjukkan nama-nama tokoh politik yang digemari oleh masyarakat untuk menjadi capres dan cawapres 2024.
Di antara nama-nama populer tersebut ada sosok Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah yang merupakan anggota dari PDI Perjuangan (PDIP).
Namun demikian, hingga kini belum ada parpol yang mendeklarasikan siapa calon presiden yang akan diusungnya, tak terkecuali PDIP.
Partai berlambang kepala banteng moncong putih ini sampai sekarang belum menentukan siapa calon yang akan diusung di Pilpres 2024 mendatang.
Diketahui, Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri juga belum menggunakan hak prerogatifnya untuk menentukan calon yang akan diusung di Pilpres 2024 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Dede Indra Permana Soediro.
Baca juga: 4 Anggota DPRD Kabupaten Samosir Gugat Megawati Rp40 Miliar, Ini Alasannya, PDIP Bereaksi
Baca juga: Curhat Megawati: Pernah Dibully dan Disebut Tak Jelas Agamanya, Menahan Tangis karena Jokowi Dihina
Hal itu ditegaskan Dede dalam rangka merespons kader PDIP Jawa Tengah yang mendeklarasikan dukungan terhadap Ganjar Pranowo untuk maju di Pilpres 2024.
Belakangan, para loyalis Ganjar Pranowo juga menciptakan logo bertuliskan "Barisan Celeng Berjuang".
Logo tersebut berbentuk kepala celeng dengan taring panjang berwarna putih.
"Bagaimanapun Pak Sumbogo (Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo) terikat di kepengurusan partai."
"Langkah, sikap, dan tindakan hendaknya tegak lurus dengan struktur di atasnya, sehingga tidak masuk dalam ambisi pribadi seseorang," kata Dede dalam keterangan yang diterima wartawan, Rabu (13/10/2021).
Dede mengatakan, seharusnya seorang kader, terlebih masuk dalam struktur partai selalu berkoordinasi dan tidak terjebak dalam arus di luar garis partai.
Lantas Dede menyindir ambisi politik seseorang tidak selalu tercermin dari kata-kata yang diucapkan.