Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur, Jubir Demokrat Sampaikan Permintaan Maaf: Saya Kepleset Lidah
Herzaky Mahendra Putra meminta maaf kepada kader PDI Perjuangan (PDIP) terkait pernyataannya soal Megawati yang menggulingkan Gus Dur.
"MPR itu terdiri dari DPR RI dan DPD RI. Jadi kalau mau main tuduh, harusnya ke Amien Rais, bukan ke Ibu Megawati," ujar Wanto, dalam keterangannya, Selasa (5/10/2021).
Pernyataan Herzaky disebut Wanto tidak memiliki dasar yang jelas.
Daripada mengurusi partai lain, Partai Demokrat diminta menjelaskan kemenangan di 2009 yang disebut manipulatif oleh Wanto.
"Hasilnya, kader demokrat banyak yang korupsi karena semua ikut perilaku pempimpinnya yang selalu kedepankan pencitraan. Saya siap debat terkait dengan kecurangan Pemilu yang dilakukan Demokrat," kata Wanto.
Wanto lantas menuntut Partai Demokrat untuk segera meminta maaf dan mengganti Herzaky selaku juru bicara Partai Demokrat.

Bagi kader banteng, Wanto menegaskan sekali harkat dan martabat ketua umumnya disentuh maka kader banteng yang militan akan bergerak.
“Atas dasar hal tersebut, saya berikan waktu kepada saudara Harzaky untuk meminta maaf."
"Jika tidak, maka karma politik akan terus melanda Demokrat seperti pengungkapan kasus narkoba, korupsi berjamaah yang melanda kader-kader muda, di mana banyak yang menyebut campur tangan putra kesayangan petinggi Demokrat tersebut," katanya.
Baca juga: 4 Anggota DPRD Kabupaten Samosir Gugat Megawati Rp40 Miliar, Ini Alasannya, PDIP Bereaksi
"Antara Bu Mega dan Gus Dur itu terjalin persahabatan sejati, jadi jangan dipecah belah urusan politik. Sebaiknya Demokrat konsolidasikan saja internalnya daripada campur tangan ke Partai lain," imbuhnya.
Dia menjelaskan kader PDIP diajarkan prinsip Satyam Eva Jayate, yang berarti kebenaran akan menang pada akhirnya."
"Keyakinan ini pula yang mendorong PDIP terus menempuh jalur hukum, ideologi, kerakyatan dan kebenaran yang bertumpu pada Pancasila, UUD 1945.
Wanto mengingatkan mengenai karma politik, serta menyindir pihak-pihak yang menggunakan cara-cara kotor dalam mengerek popularitas dengan membangun kesan terzalimi.
PDIP, disebutnya, akan selalu bertahan pada keyakinan bahwa siapa yang menebar angin akan menuai badai. Karena itu, politik baginya adalah pengabdian dan berkeadaban.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa seluruh kader PDIP diajarkan untuk tidak pernah melakukan intervensi terhadap urusan rumah tangga partai politik lain.
Karenanya, Wanto mengimbau Demokrat untuk jangan coba-coba melakukan hal-hal yang semakin memerburuk situasi, terlebih ini sedang pandemi.
“Demokrat lebih baik ngurus rakyat, daripada melakukan fitnah yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," kata Wanto.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jubir Demokrat Minta Maaf Kepleset Lidah soal Megawati Gulingkan Gus Dur