Sabtu, 18 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Makna Logo META, Nama Baru Facebook, dan Alasan di Balik Perubahaan Namanya

Meta dapat memungkinkan pengguna untuk berbagi pengalaman mendalam dengan orang lain bahkan ketika kalian tidak bisa bersama.

ist
Facebook berganti nama menjadi Meta. 

TRIBUNTERNATE.COM - Facebook resmi mengubah nama perusahaan induknya menjadi Meta pada Kamis (28/10/2021). 

Perubahan nama tersebut diumumkan oleh CEO Facebook, Mark Zuckerberg melalui konferensi Connect

Nama baru Meta resmi berlaku mulai Jumat (29/10/2021) hari ini.

Dikutip dari about.fb.com, Meta merupakan teknologi sosial media yang fokus menghidupkan metaverse dan membantu berbagai kalangan untuk saling terhubung.

Meta juga membantu masyarakat untuk menemukan komunitas dan mengembangkan bisnis di platform aplikasi jejaring sosial.

Meta ini diharapkan dapat melakukan metaverse dari pengalaman sosial online saat ini, hingga dapat diproyeksikan dalam tiga dimensi atau dunia fisik.

Baca juga: Syarat Penumpang Pesawat di Luar Jawa-Bali Boleh Pakai Tes Antigen, Pemerintah Ungkap Alasannya

Baca juga: Tak Digaji Selama 12 Tahun, TKI Malah Dituntut Ganti Rugi Majikan di Malaysia, Ini Reaksi Dubes RI

Baca juga: ILO: Kehilangan Pekerjaan karena Pandemi Covid-19 di Tahun 2021 Lebih Buruk dari Perkiraan

Tujuan Facebook Berganti Menjadi Meta

Meta dapat memungkinkan pengguna untuk berbagi pengalaman mendalam dengan orang lain bahkan ketika kalian tidak bisa bersama.

Meta juga memungkinkan pengguna untuk melakukan hal-hal bersama yang tidak dapat dilakukan di dunia fisik.

Meta ini merupakan evolusi dari teknologi sosial, yang mengantarkan babak baru.

Meta ini diketahui merupakan pengganti nama dari teknologi sosial Facebook.

Dijelaskan bahwa struktur perusahannya tidak berubah, namun hanya inovasinya saja yang semakin berkembang.

Dulu Facebook diluncurkan pada tahun 2004, itu mengubah cara orang terhubung, yang kemudian muncul berbagai aplikasi lain seperti Messenger, Instagram, dan WhatsApp.

Bedanya saat ini, Meta bergerak melampaui layar 2D menuju pengalaman imersif seperti augmented reality dan virtual reality untuk membantu membangun evolusi berikutnya dalam teknologi sosial.

Ruang 3D yang diciptakan oleh Meta diharapkan dapat memungkinkan pengguna untuk bersosialisasi, belajar, berkolaborasi, dan bermain dengan cara yang melampaui apa yang dapat kita bayangkan.

Baca juga: Raker KPK di Hotel Mewah Tuai Kritikan, DPR Fraksi Gerindra: Menurut Saya Itu Bukan Pemborosan

Baca juga: Batas Waktu Penggantian Kartu ATM Magnetik ke Chip di Bank Mandiri, BCA, BRI dan BNI

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved