Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Yunarto Sebut Megawati Punya Strategi Khusus dalam Usung Capres PDIP: Umumkan Paling Akhir

Berkaca dari rekam jejaknya di Pemilu 2014 lalu, Yunarto meyakini Megawati akan mengumumkan capres pada waktu paling akhir.

TRIBUNNEWS/HO
Dalam foto: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menutup Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019). 

Megawati Tak Sembarangan Putuskan Capres

Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, memiliki pertimbangan yang matang pada setiap keputusan politiknya.

Pertimbangan tersebut dalam hal mengusung seseorang menjadi Capres.

Hal itu termasuk mengenai pertimbangan Megawati memilih Jokowi sebagai calon presiden dari partainya.

Megawati, kata Hasto, tak akan sembarangan memutuskan siapa yang akan maju untuk melanjutkan estafet pemerintahan saat ini.

"Ibu Mega melakukan pertimbangan-pertimbangan yang sangat matang untuk mengambil keputusan politik itu, terbukti Pak Jokowi dulu juga dicalonkan oleh Ibu Mega," terang Hasto, dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (29/10/2021).

Oleh karena itu, Hasto menegaskan keputusan siapa calon presiden yang diusung di Pilpres 2024 ada di tangan Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, kader-kader partai saat ini diminta fokus untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

"Kami telah menegaskan bahwa berkaitan siapa Capres dan Cawapres berdasarkan Kongres V di Bali, Ibu Megawatilah yang akan mengambil keputusan," jelas Hasto.

Baca juga: Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB, Yunarto: Sebaiknya KSP Tidak Boleh Merangkap Ketum Partai

Baca juga: Sebut Megawati Gulingkan Gus Dur, Jubir Demokrat Sampaikan Permintaan Maaf: Saya Kepleset Lidah

SMRC: Publik Lebih Pentingkan Kualitas Ganjar Maju Capres

Direktur Lembaga Survei Saiful Mujani Research dan Consulting (SMRC), Deni Irvani, mengatakan bahwa saat ini tokoh-tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi kebanyakan adalah tokoh-tokoh yang bukan elite inti partai.

Hal ini karena pemilih lebih mementingkan kualitas personal capres bila dibandingkan dengan keputusan partai.

Sehingga ini menjadi tantangan bagi partai politik.

Penjelasan tersebut disampaikan oleh Deni dalam bincang dan diskusi dalam segmen "SMRC: Pemilih Lebih Pentingkan Kualitas Personal Capres Dibanding Keputusan Partai" yang disiarkan secara virtual oleh Kompas Tv, Selasa (12/10/2021).

"Tekait survei ini ternyata tokoh-tokoh yang memiliki elektibiliti tinggi kebanyakan adalah tokoh-tokoh yang bukan elite inti partai."

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved