Butuh Waktu Teliti Risiko Efek Samping Miokarditis, FDA Tunda Penggunaan Vaksin Moderna untuk Remaja
FDA mengatakan kepada Moderna bahwa pihaknya memerlukan waktu tambahan untuk mengevaluasi analisis tentang risiko miokarditis setelah vaksinasi.
Hasil studi ini dipublikasikan dalam jurnal The Journal of American Association (JAMA) Internal Medicine pada Senin (4/10/2021).
Kekhawatiran tentang miokarditis, yakni peradangan otot jantung, telah menjadi bahan diskusi intens di antara para penasihat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Hal tersebut juga membuat Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) meminta produsen vaksin untuk memperluas uji klinis mereka pada anak-anak yang lebih muda.
Para ahli sejauh ini mengatakan bahwa manfaat vaksin masih jauh lebih besar daripada risiko miokarditis yang jarang terjadi.
Namun demikian, regulator di beberapa negara seperti Inggris dan Hong Kong telah merekomendasikan satu dosis vaksin Pfizer dan Moderna untuk diberikan pada remaja berusia 12 hingga 15 tahun.
Mengutip The Straits Times, sebuah penelitian lain juga menemukan bahwa vaksinasi Covid-19 meningkatkan risiko miokarditis.
Sebuah studi Israel yang diterbitkan pada Agustus menganalisis catatan kesehatan elektronik dari sekitar 2 juta orang.
Hasilnya, terdapat 2,7 kasus miokarditis pada setiap 100 ribu orang yang divaksinasi, dibandingkan dengan mereka yang tidak divaksinasi.
Namun, penelitian yang sama menemukan bahwa risiko miokarditis akibat terinfeksi Covid-19 jauh lebih tinggi.
Hasilnya, terdapat 11 kasus tambahan miokarditis pada setiap 100 ribu orang yang terinfeksi Covid-19.
CDC memperkirakan bahwa untuk setiap juta anak laki-laki berusia 12-17 tahun yang divaksinasi, suntikan vaksin bisa menyebabkan maksimal 70 kasus miokarditis.
Akan tetapi, suntikan vaksin tersebut juga mencegah 5.700 kasus infeksi, 215 kasus rawat inap, dan 2 kematian akibat Covid-19.
Dalam sebuah studi baru, para peneliti menganalisis catatan medis sejumlah 2,4 juta anggota sistem perawatan kesehatan Kaiser Permanente Southern California yang berusia 18 tahun atau lebih.
Para peserta itu setidaknya telah menerima satu dosis vaksin Pfizer atau Moderna pada 14 Desember 2020 hingga 20 Juli 2021.
Tim melakukan identifikasi pada individu yang dirawat di rumah sakit dalam waktu 10 hari setelah menerima dosis vaksin dan dipulangkan dengan diagnosis miokarditis.