Breaking News:

Perkara Merek GoTo, Gojek dan Tokopedia Digugat Rp2,08 Triliun

Perkara merek hasil merger, GoTo, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Tokopedia digugat oleh PT Terbit Financial Technology.

Editor: Rizki A
Gojek via Kompas.com
GoTo, merger antara GoJek dan Tokopedia 

TRIBUNTERNATE.COM -  PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) dan PT Tokopedia tengah menghadapi gugatan dari PT Terbit Financial Technology karena penggunaan merek perusahaan hasil merger mereka, GoTo.

Gugatan tersebut dikirimkan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dan telah terdaftar sejak Selasa (2/11/2021) dengan nomor perkara 71/Pdt.Sus-HKI/Merek/2021/PN Niaga Jkt.Pst.

Pada salah satu petitumnya, PT Terbit Financial Technology selaku penggugat menyatakan bahwa perusahaannya adalah pemilik dan pemegang hak yang sah atas merek terdaftar GoTo beserta segala variasinya, seperti dikutip dari laman Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Hak atas merek tersebut dijelaskan oleh penggugat telah terdaftar dengan nomor IDM000858218 pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM RI.

GoTo, merger antara GoJek dan Tokopedia
GoTo, merger antara GoJek dan Tokopedia (Gojek via Kompas.com)

Baca juga: Sindir Puan Maharani yang Abaikan Interupsinya, Ini Sosok Anggota DPR Fraksi PKS Fahmi Alaydroes

Baca juga: Luhut: Indonesia Tengah Upayakan Pembangunan Pabrik Obat Covid-19 Molnupiravir

Baca juga: Erick Thohir Diduga Terlibat Bisnis PCR: Didesak untuk Dicopot, Disebut Wajar kena Tuding

Petitum lainnya juga menyatakan jika merek "GOTO", "goto", dan "goto financial" mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek "GOTO" milik penggugat.

PT Terbit Financial Technology juga meminta adanya ganti rugi materil dan imateril masing-masing sebesar Rp1,83 triliun serta Rp 250 miliar, sehingga totalnya Rp2,08 triliun.

Penggugat juga meminta tergugat untuk secara tanggung renteng membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 1 miliar untuk setiap hari keterlambatan melaksanakan putusan atas perkara ini.

Pihak GoTo pun telah angkat bicara atas perkara ini lewat Corporate Affairs GoTo, Astrid Kusumawardhani.

Dikutip dari Kompas.com,  Astrid menyebut bahwa pihak GoTo akan menghormati segala proses yang sedang berjalan.

"Kami sudah mengetahuinya dan kami akan menghormati semua proses yang tengah berjalan," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved