Erick Thohir Diduga Terlibat Bisnis PCR: Didesak untuk Dicopot, Disebut Wajar kena Tuding
Dugaan keterlibatan Erick Thohir dalam bisnis tes Covid-19 PCR tentu mendapat sorotan publik, berikut TribunTernate.com merangkum fakta-faktanya.
TRIBUNTERNATE.COM - Sejumlah nama menteri di lingkaran atau circle Presiden Joko Widodo (Jokowi) diduga terlibat dalam bisnis tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19.
Satu di antara nama menteri itu adalah Erick Thohir, yang saat ini menjabat sebagai Menteri BUMN RI.
Kabar tentang nama pejabat yang disebut-sebut terafiliasi dengan dugaan bisnis tes Covid-19, baik tes PCR maupun tes Antigen itu diungkap oleh Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto, lewat akun Facebook pribadinya.
Dalam unggahannya, Edy Kristianto menyebut bahwa Menteri BUMN RI Erick Thohir, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marinves), Luhut Binsar Pandjaitan, diduga terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes PCR, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).
Menurut penjelasan Edy Kristianto, PT GSI lahir dari PT Tiba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtera, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang sebagian kecil sahamnya dimiliki Luhut.
Sementara, PT GSI juga dilahirkan PT Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), di mana 6,18 persen sahamnya milik Boy Thohir, saudara Erick Thohir.
Dugaan keterlibatan Erick Thohir dalam bisnis tes Covid-19 PCR tentu mendapat sorotan publik, berikut TribunTernate.com merangkum fakta-faktanya:
Erick Thohir Dinilai sebagai Menteri yang Sukses, Wajar Jika Mendapat Tudingan
Tudingan Erick Thohir terlibat bisnis PCR dinilai sebagai bentuk keirian dari sejumlah pihak yang tidak menyukainya.
Sebab, Erick Thohir mendapat kepercayaan dari masyarakat dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Termasuk dalam hal penanganan Covid-19, Erick Thohir disebut sebagai menteri yang banyak melakukan terobosan dan gerak cepat untuk mengendalikan pandemi di Tanah Air.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komunitas Muslim Anti Rasisme (Komar), Fadli Veriansyah.
"Sosok Erick kian berkibar jelang 2024, sehingga wajar banyak orang iri dan tidak nyaman dengan sosok Erick. Apalagi selama memimpin BUMN, Erick juga banyak melakukan gebrakan dengan BUMN Berakhlak," kata Fadli, Minggu (7/11/2021), sebagaimana dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Kabar Luhut dan Erick Thohir Terlibat Bisnis PCR Bisa Berdampak Buruk pada Citra Pemerintahan Jokowi
Baca juga: Luhut & Erick Thohir Dilaporkan ke KPK soal Dugaan Bisnis PCR, Firli Bahuri: KPK Tidak Pandang Bulu
Baca juga: Arya Sinulingga Tepis Tudingan Erick Thohir Terlibat Bisnis PCR, Sebut Isunya Sangat Tendensius
Baca juga: Erick Thohir Curhat kepada Jokowi: Saat Diperintah Jadi Menteri BUMN, Terus Terang Beban, Bapak
Karena itu, Fadli menilai tuduhan keterlibatan Erick Thohir dalam bisnis PCR jelas-jelas sangat berlebihan dan lebih cenderung mengarah pada fitnah.
Di sisi lain, menurutnya, sosok Erick Thohir bisa menjadi ancaman di ajang Pemilu 2024 bagi sebagian orang.