Virus Corona

Vaksin Hanya Kurangi Penularan Varian Delta 40%, WHO Tegaskan Masyarakat Harus Tetap Jaga Prokes

Tedros mengatakan bahwa vaksin memang mencegah orang-orang mengalami Covid-19 gejala berat, tetapi tidak sepenuhnya mencegah penularan.

Penulis: Qonitah Rohmadiena | Editor: Rizki A
AFP/FABRICE COFFRINI
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan di dunia hanya mengurangi penularan varian Delta sekitar 40 persen. 

TRIBUNTERNATE.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan vaksin Covid-19 yang saat ini digunakan di dunia hanya mengurangi penularan varian Delta sekitar 40 persen.

WHO memperingatkan bahwa masyarakat dunia terjatuh ke dalam rasa aman yang semu.

Sehingga, masyarakat masih harus menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari infeksi virus corona.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak orang-orang yang telah divaksinasi untuk tetap melakukan langkah pencegahan agar tidak tertular maupun menularkan Covid-19.

Tedros mencatat bahwa lebih dari 60 persen dari semua kasus dan kematian yang dilaporkan akibat Covid-19 terjadi di Eropa.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Pfizer Capai Efikasi 100 Persen untuk Remaja Usia 12-15 Tahun

Baca juga: Catat Kasus Kematian 4.200 per Hari, WHO Perkirakan 2,2 Juta Orang Eropa Meninggal pada Maret 2022

Baca juga: WHO: Eropa jadi Satu-satunya Wilayah di mana Jumlah Kasus Kematian karena Covid-19 Meningkat

Banyaknya kasus ini menjadi tekanan yang berkelanjutan pada fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan yang kelelahan.

"Kami prihatin dengan rasa aman semu bahwa vaksin telah mengakhiri pandemi, dan orang-orang yang divaksinasi merasa tidak perlu mengambil tindakan pencegahan lainnya," kata Tedros kepada wartawan seperti dikutip dari The Straits Times.

Tedros mengatakan, vaksin memang mencegah orang-orang mengalami gejala berat jika terinfeksi Covid-19, tetapi tidak sepenuhnya mencegah penularan

"Vaksin menyelamatkan nyawa, tetapi tidak sepenuhnya mencegah penularan," katanya.

Ilustrasi Suntikan Vaksin.
Ilustrasi Suntikan Vaksin. (South China Morning Post)

Tedros melanjutkan, data menunjukkan bahwa sebelum kemunculan virus corona varian Delta, vaksin mengurangi penularan sekitar 60 persen.

"Dengan (munculnya) varian Delta, itu turun menjadi sekitar 40 persen," terangnya.

Baca juga: Aturan Pelaksanaan Ibadah Natal 2021 PPKM Level 3: Gereja Bentuk Satgas Covid, Jemaat Maksimal 50%

Baca juga: Kasus Harian Covid-19 di Jerman Meroket, Angela Merkel Minta Jerman Lakukan Pembatasan Lebih Ketat

Baca juga: Lebih dari 1 Juta Orang Kehilangan Indra Penciuman Jangka Panjang Usai Sembuh dari Covid-19

Varian Delta yang lebih menular sekarang sangat dominan di seluruh dunia.

Menurut laporan epidemiologi mingguan WHO, dari 845.000 sekuens yang diunggah ke inisiatif sains global GISAID dengan spesimen yang dikumpulkan dalam 60 hari terakhir, 99,8 persennya adalah varian Delta.

"Jika Anda divaksinasi, risiko Anda mengalami gejala berat dan kematian menjadi jauh lebih rendah, tetapi Anda masih berisiko terinfeksi dan menulari orang lain," kata Tedros.

Tedros menekankan, masyarakat masih tetap harus melakukan tindakan pencegahan dengan selalu menerapkan protokol kesehatan.

"Kami katakan ini dengan cukup jelas: bahkan jika Anda telah divaksinasi, terus lakukan tindakan pencegahan untuk mencegah diri Anda terinfeksi, dan menginfeksi orang lain yang dapat meninggal," pungkasnya.

(TribunTernate.com/Qonitah)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved