Prediksi Menteri BUMN soal Garuda Indonesia, Berpotensi Dinyatakan Bangkrut dalam Hitungan Hari

Dahlan Iskan mengatakan, dalam beberapa hari ke depan ada kemungkinan maskapai Garuda Indonesia akan dinyatakan bangkrut. Ini alasannya

Garuda Indonesia via Kompas.com
Pesawat dari maskapai Garuda Indonesia - Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menyebut Garuda Indonesia berpotensi dinyatakan bangkrut dalam beberapa hari ke depan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mengatakan, dalam beberapa hari ke depan ada kemungkinan maskapai Garuda Indonesia akan dinyatakan bangkrut.

Hal tersebut menyusul keputusan Kementerian BUMN yang membiarkan Garuda Indonesia digugat ke pengadilan melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Dalam perihal ini, menurut Dahlan, akan ada dua kemungkinan yang didapatkan maskapai pelat merah itu, yakni baik atau buruk.

“Kementerian BUMN akhirnya membiarkan Garuda digugat ke PKPU."

"Dengan demikian bisa jelas, kapan Garuda bisa tetap baik-baik saja atau [malah] tidak baik-baik saja,” tulis Dahlan di website pribadinya, Kamis (23/12/2021).

“PKPU sudah menetapkan waktu 45 hari. Terhitung pekan lalu. Dalam 45 hari itu harus sudah ada kesepakatan antara Garuda dan para pemilik piutangnya,” sambungnya.

Menurut Dahlan, apabila kesepakatan dalam persidangan itu tidak berjalan mulus, maka akan ada potensi Garuda Indonesia dinyatakan bangkrut.

“Kalau dalam 45 hari tidak terjadi kesepakatan, PKPU yang ambil putusan."

"Garuda dinyatakan bangkrut atau putusan lainnya. Tinggal menghitung hari,” ujar Dahlan.

Baca juga: Garuda Indonesia Dinyatakan PKPU Sementara, Direktur Sebut Operasional Tidak Terganggu

Baca juga: Jokowi Pilih Pesawat Garuda Saat Kunjungan ke Luar Negeri, Erick Thohir: Ini Sebuah Kehormatan

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan (Tribunnews/Dany Permana)

Sebagai informasi, beberapa hari lalu Manajemen Garuda Indonesia telah melangsungkan rapat kreditur pertama melalui proses PKPU Sementara di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved