Senin, 13 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Mayoritas Pasien Covid-19 Varian Omicron Tak Bergejala, Ahli: Berkat Efektivitas Vaksin

Sebagian besar kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia tak menunjukkan gejala alias orang tanpa gejala (OTG).

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
ILUSTRASI Tes PCR Covid-19 - Sebagian besar kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia tak menunjukkan gejala alias orang tanpa gejala (OTG). 

TRIBUNTERNATE.COM - Varian baru virus corona penyebab penyakit Covid-19, Omicron, telah terdeteksi di Indonesia, dan saat ini kasusnya sudah mencapai puluhan.

Sebagian besar kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia tak menunjukkan gejala alias orang tanpa gejala (OTG).

Pakar pun menjelaskan soal tersebut.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI, Prasenohadi membeberkan, hal itu dikarenakan efektivitas vaksin Covid-19 yang bekerja baik dalam tubuh seseorang.

Maka, seseorang yang sudah divaskin cenderung mampu bertahan dari varian Omicron ini.

Di satu sisi, mungkin juga vaksin tersebut membuat imunitas seseorang meningkat.

"Itu yang menyebabkan orang yang sudah divaksin bisa tahan dari virus ini. Mungkin juga imun orang tersebut meningkat."

"Memang ada beberapa kasus di luar negeri ada yang meninggal atau gejala berat."

"Tapi tidak sebanyak kasus seperti di Indonesia ketika varian Delta kemarin itu," kata Prasenohadi dalam tayangan YouTube BNPB, Kamis (30/12/2021).

Meskipun begitu, ia mengingatkan, orang yang sudah divaksin bisa terinfeksi virus Covid-19 kembali, termasuk varian Omicron.

Baca juga: Sebut Omicron dan Delta sebagai Ancaman Kembar Pandemi, WHO Perintahkan untuk Tingkatkan Vaksinasi

Baca juga: Tambah 21, Total Kasus Covid-19 Omicron di Indonesia Jadi 68 Orang, Ini Penjelasan Kemenkes

Baca juga: Buat Tambahan Kasus di Beberapa Negara Melonjak Pesat, WHO Sebut Omicron Berisiko Sangat Tinggi

Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron.
Ilustrasi Covid-19 Varian Omicron. (KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo)

Hal itu terjadi lantaran antibodi seseorang akan menurun seiring berjalannya waktu.

Prasenohadi menyebut, dalam varian Omicron, ada suatu masi di dalam virus tersebut yang menyebabkan seseorang bisa terinfeksi Covid-19 kembali.

Untuk itu, menurut dia, salah satu jalan penting untuk menghadapi varian Omicron ini dengan pelaksanaan vaksinasi booster.

Namun, orang yang divaksin booster juga tetap bisa terinfeksi Covid-19 kembali.

"Makanya kenapa booster menjadi hal yang penting menghadapi kasus Omicron. Sepertinya dua kali vaksinasi tidak cukup dalam menghadapi Omicron."

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved