Breaking News:

Kasus Dugaan Penipuan CPNS Olivia Nathania Dilimpahkan ke Kejaksaan, Berkas Sudah Lengkap

Kasus yang menjerat anak Nia Daniaty itu sebelumnya telah diserahkan berkas perkaranya pada Rabu (5/1/2022) kemarin.

Editor: Rizki A
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Olivia Nathania tiba di Polda Metro Jaya, Semanggi, Jakarta Selatan, Senin (18/10/2021) sekitar pukul 11.40 WIB, didampingi tim kuasa hukumnya Susanti Agustina. 

TRIBUNTERNATE.COM - Putri penyanyi senior Nia Daniaty, Olivia Nathania, ditahan oleh pihak kepolisian sejak Kamis (11/11/2021) lalu.

Diketahui, Olivia Nathania ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan, penggelapan, dan pemalsuan surat berkedok rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kini, berkas penyidikan perkara kasus dugaan penipuan rekrutmen CPNS yang dilakukan oleh Olivia Ntahania telah dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Ashari Syam menyatakan, penyidik Polda Metro Jaya akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kasus yang menjerat anak Nia Daniaty itu sebelumnya telah diserahkan berkas perkaranya pada Rabu (5/1/2022) kemarin.

Baca juga: Belum Usai Hadapi Kasus CPNS, Olivia Nathania Terlibat Investasi Bodong, Korban Rugi Ratusan Juta

Baca juga: Olivia Nathania Kini Ditahan, Nia Daniaty Curhat: Dia Sempat Minta Maaf dan Cuci Kaki Saya

Berdasarkan fakta penyidikan, Jaksa mendapatkan informasi bahwa pada 13 November 2019, tersangka Olivia menghubungi saksi AGS, mantan guru tersangka sewaktu di SMAN 6 Jakarta.

Kemudian tersangka menjelaskan bahwa ia dapat memasukkan seseorang menjadi CPNS dengan menggunakan slot menteri melalui jalur CPNS prestasi pengganti.

Caranya, dengan menggantikan para CPNS yang sudah mendapatkan Nomor Induk Pegawai (NIP) yang meninggal karena Covid-19, stroke dan lain sebagainya.

Kemudian, tersangka mengatakan kepada saksi AGS, jika berminat akan dikenai biaya sebesar Rp25.000.000,00 sampai Rp40.000.000,00 per orang untuk meloloskan menjadi PNS.

Uang tersebut nantinya digunakan sebagai biaya administrasi untuk diserahkan kepada seorang pegawai pada Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved