Breaking News:

Bukan Hanya Direktur PLN, Erick Thohir Juga akan Copot Pimpinan BUMN yang Tak Miliki Sense of Crisis

Erick Thohir menegaskan, ia tidak akan segan menindak tegas pimpinan BUMN yang tidak memiliki sense of crisis seperti direktur PLN.

Tribunnews/Herudin
Menteri BUMN Erick Thohir saat diwawancara secara khusus oleh Tribunnews, di Jakarta, Senin (30/9/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pada Kamis (6/1/2022), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi memberhentikan dengan hormat Rudy Hendra Prastowo sebagai Direktur Energi Primer PLN.

Posisi tersebut kemudian digantikan oleh Hartanto Wibowo, yang menurut Erick Thohir adalah salah satu top talent di PLN.

Pemberhentian Hendra Prastowo ini adalah buntut dari hasil sidak Erick Thohir bersama dengan Menteri ESDM di kantor pusat PLN pada beberapa hari lalu.

Saat itu, Erick dan Arifin tak mendapati adanya kegiatan sama sekali, padahal di masa sekarang ini PLN sedang menghadapi krisis sumber energi.

"Saya lihat kemarin bersama Menteri ESDM, dari hasil sidak juga terlepas adanya situasi Covid-19, saya sangat memaklumi dan itu perlu dilakukan untuk lockdown. Tetapi, tentu yang namanya pada saat krisis tetap mesti ada kegiatan-kegiatan yang berjalan."

"Karena itulah saya mengambil keputusan ini, saya mengganti, dan saya akan pastikan dalam 1-2 hari ke depan saudara Hartanto ini harus segera melakukan perbaikan-perbaikan," terang Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1/2021).

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) melarang adanya ekspor batu bara mulai 1 Januari 2022 hingga 31 Januari 2022.

Hal tersebut diputuskan oleh Presiden lantaran Indonesia adalah salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia. Dengan demikian, Indonesia tak boleh mengalami krisis batu bara.

Baca juga: 11 Proyek Gede PLN di Indonesia Timur Selesai di Tengah Pandemi Covid-19, Salah Satunya di Ternate

Baca juga: Perintahkan Langsung ke Direksi Pertamina, Erick Thohir Minta Semua SPBU Gratiskan Fasilitas Toilet

Untuk itu, presiden meminta perusahaan-perusahaan batu bara dan juga PLN untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

"Karena itu Bapak Presiden meminta para PLN dan juga perusahaan-perusahaan batu bara harus memprioritaskan daripada kebutuhan dalam negeri."

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved