Breaking News:

11 Proyek Gede PLN di Indonesia Timur Selesai di Tengah Pandemi Covid-19, Salah Satunya di Ternate

Dari 11 proyek PLN berskala besar di Indonesia Timur itu, salah satunya terletak di Kota Ternate, Maluku Utara.

Penulis: Mufrid Tawary | Editor: Rizki A
ISTIMEWA
Meski pandemi Covid-19 masih belum berakhir, PLN berhasil merampung mega proyeknya di Indonesia timur pada tahun 2021. 

TRIBUNTERNATE.COM -  Sejumlah mega proyek PT Perusahan Listrik Negara (PLN) tahun 2020  khusus di Indonesia Timur telah rampung.

Dari 11 proyek berskala besar itu, salah satunya terletak di Kota Ternate, Maluku Utara.

Di Ternate sendiri, proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, seperti GI Ternate 60 MVA dan GI PLTMG 60 MVA, akhirnya selesai dikerjakan walau sempat terhalang pandemi Covid-19.

Direktur Mega Project dan Energi Baru Terbarukan PLN, Wiluyo Kusdwiharto menyampaikan, peningkatan keandalan listrik Indonesia Timur dibarengi dengan tujuan untuk menumbuhkan tingkat perekonomian daerah.

“Khusus Indonesia Timur jadi prioritas PLN. Semua itu demi percepatan kesejahteraan masyarakat. Dengan begini, menandai kebangkitan semangat energi berkeadilan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), ” jelas Wiluyo melalui rilisnya.

Baca juga: Viral Warganet Mengaku Spionnya Dirusak Paspampres, Ini Penjelasan Istana, sang Warganet Minta Maaf

Baca juga: Kasus Pertama Transmisi Lokal Omicron Terdeteksi, Pasien Tak Miliki Riwayat Bepergian ke Luar Negeri

Baca juga: Nama Zaskia Sungkar Terseret dalam Kasus Korupsi Adik Irwansyah, Dicecar 20 Pertanyaan selama 5 Jam

Meski pandemi Covid-19 masih belum berakhir, PLN berhasil merampung mega proyeknya di Indonesia timur pada tahun 2021.
Meski pandemi Covid-19 masih belum berakhir, PLN berhasil merampung mega proyeknya di Indonesia timur pada tahun 2021. (ISTIMEWA)

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku dan Papua, Reisal Rimtahi Hasoloan mengaku, sejak pandemi Covid-19 proyek yang diselesaikan adalah pembangunan jaringan yang tersebar di Papua, Papua Barat, serta Maluku.

"Proyek yang sudah tuntas antara lain, Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV), sepanjang 60,7 kilometer sirkuit (kms), dan Gardu Induk (GI) dengan kapasitas 420 mega volt ampere (MVA)," terang Reisal.

Ia juga bilang, selain itu, termasuk di dalamnya Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) dengan total kapasitas 28,9 mega watt (MW), maupun 20 MW, yang di antaranya berlokasi di Merauke, klaster penyelenggaraan PON XX Papua beberapa waktu lalu.

“Dengan meningkatnya keandalan listrik di Papua dan Maluku, tentu kami harapkan ini dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di wilayah timur Indonesia,” ungkapnya.

Baca juga: Giring Ganesha Singgung Pejabat yang Tak Layak Gantikan Jokowi, Pengamat: Kritiknya Sudah Abnormal

Baca juga: Luhut Sebut Beda Karantina Pejabat dan Rakyat Jangan Diadu, Susi Pudjiastuti: Saya Hanya Bertanya

Adapun sejak 2017, secara nasional tercatatat, pertumbuhan kapasitas terpasang pembangkit meningkat 15 persen menjadi 64,2 giga watt (GW). 

Pertumbuhan itu rata rata secara nasional masih lebih rendah daripada pertumbuhan kapasitas terpasang pembangkit di wilayah Indonesia Timur, yakni Maluku dan Papua yang tumbuh sebesar 36 persen, dan Nusa Tenggara 48 persen.

Pembangunan kapasitas pembangkit untuk wilayah Maluku dan Papua saja telah mencapai 1,3 GW hingga akhir tahun ini.

(TribunTernate.com/Mufrid Tawary)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved