Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jembatan di Pelabuhan Penyeberangan Speedboat Bastiong-Rum Roboh, Tidak Ada Korban Jiwa

Para penumpang pun mendatangi kantor cabang PT Pelindo di dekat jembatan, lalu mengamuk dan meminta ganti rugi.

Penulis: Faisal Amin |
Istimewa
Jembatan penyeberangan speedboat rute Bastiong- Rum Kota Tidore Kepulauan roboh. Peristiwa ini terjadi pada Minggu (9/1/2022) sekitar pukul 15:00 WIT. 

TRIBUNTERNATE.COM - Jembatan penyeberangan speedboat rute Bastiong-Rum Kota Tidore Kepulauan roboh, Minggu (9/1/2022) sekitar pukul 15:00 WIT.

Beruntung, kejadian tersebut tidak memakan korban jiwa.

Para penumpang pun mendatangi kantor cabang PT Pelindo di dekat jembatan, lalu mengamuk dan meminta ganti rugi.

Robohnya jembatan tersebut bermula saat penumpang yang hendak menyeberang Ke Tidore tengah berada di atas jembatan. 

Menurut Kalsum, salah satu korban, saat kejadian robohnya Jembatan tersebut ia bersama keluarganya hendak menyeberang ke Tidore.

Namun, saat di atas jembatan, tiba-tiba jembatan tersebut roboh sehingga ia dan keluarganya tercebur ke laut. 

"Kejadian tadi saat torang mau naik speed ke Tidore, tapi saat di atas jembatan tiba-tiba jembatan langsung patah (roboh) jadi torang jatuh kabawa di laut" ucap Kalsum

Atas kejadian tersebut, Kalsum dan keluarga menuntut ganti Rugi kepada Pihak PT Perindo Cabang Ternate selaku pihak yang memfasilitasi Jembatan tersebut. 

Kalsum menyesalkan kejadian jembatan roboh ini,

Menurutnya, sebelum roboh, kondisi jembatan sudah tidak layak lagi untuk digunakan, tetapi belum ada tindakan dari petugas pelabuhan.

"Sebelum jembatan Itu patah (roboh), kondisi jembatan memang sudah tidak layak lagi, tapi tidak ada langkah tegas dari petugas yang di pelabuhan, nanti sudah terjadi begini baru dorang (mereka) bertindak," sambung Kalsum. 

Karena kejadian tersebut, Kalsum dan keluarga mengalami kerugian berupa tiga unit ponsel yang rusak akibat terkena air laut.

"Yang rusak ini saya pe HP buah dan saya pe cucu punya satu, dan sebagai korban tong tetap minta ganti rugi ini," ujar Kalsum. 

Sementara itu, Manajer Teknik PT Pelindo Cabang Ternate, Dedi Wahyudi, telah didatangi korban.

Saat itu, Dedi mengaku akan mengoordinasikan semua tuntutan korban kepada pimpinan PT Pelindo Cabang Ternate untuk ditindaklanjuti.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan kami tentang semua tuntutan korban dan kami akan tindaklanjuti secepatnya," ucap Dedi.

(TribunTernate.com/Faisal Amin)

 
 

Sumber: Tribun Ternate
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved