2 Orang Positif Covid-19 Varian Omicron Meninggal Dunia, Salah Satunya Baru Pulang dari Luar Negeri
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dua kasus konfirmasi Covid-19 varian micron meninggal dunia.
“Melalui Surat Edaran ini, penanganan pasien konfirmasi Omicron sesuai dengan penanganan COVID-19, di mana untuk kasus sedang sampai berat dilakukan perawatan di rumah sakit, sementara tanpa gejala hingga ringan, difokuskan untuk Isolasi mandiri dan Isolasi Terpusat,” jelas dr. Nadia.
Vaksin Booster Masih Efektif untuk Hadapi Omicron
Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman Indonesia, menyebutkan jika dosis ketiga vaksin Covid-19 atau booster masih sangat efektif dalam menghadapi Omicron.
"Booster sangat efektif ya dalam menghadapi Omicron. Dan ini bisa terlihat di studi Israel, termasuk juga beberapa negara bagian Amerika," ungkapnya.
Kasus yang paling meledak menurut Dicky adalah negara dengan cakupan booster yang kurang atau bahkan tidak ada.Hal ini juga terlihat dari studi Australia.
"Pada negara bagian yang jauh lebih baik pemberian booster, kasus infeksi maupun juga hunian rumah sakit dan ICU dan kematian jauh lebih rendah," kata Dicky menambahkan.
Namun ia menekankan sekali lagi jika booster tidak menjamin terhindar dari infeksi. Kasus tetap ada walau jarang. Yang jelas, kasus jauh lebih kecil dibandingkan booster. Di sisi lain, pemberian booster perlu tergantung pada prioritas.
"Dimana kelompok yang berisiko lebih tinggi diberikan lebih dulu. Didahulukan, diprioritaskan, itu membuat booster semakin efektif," pungkasnya. (tribun network/aisah/eko)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dua Pasien Positif Omicron yang Meninggal Dunia Memiliki Komorbid