Bentrokan dan Pembakaran Tempat Karaoke di Sorong: 19 Orang Tewas, Kepala Suku Dipanggil
Dalam peristiwa tersebut, ada dua kelompok warga yang terlibat penyerangan satu sama lain yang berujung pada pembakaran.
Lebih lanjut, Dedi menambahkan pihaknya juga masih mencari aktor intelektual penyebab bentrokan dan pembakaran tempat hiburan tersebut.
"Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk ungkap aktor intelektual dan pelaku-pelaku dari kedua kelompok tersebut," tukas dia.
Baca juga: Nasib Pemuda Bantul Jual Perabot Rumah Orangtua Demi Kebutuhan Sang Pacar, Kisah Cintanya Kandas
Baca juga: Dahulu Dijuluki Kampung Miliarder Seusai Jual Lahan, Kini Warga Tuban Jual Sapi untuk Bertahan Hidup
Baca juga: Pelat Nomor Mobil Arteria Dahlan Ternyata Pemberian Polisi, Pengamat: Aturan Mana yang Jadi Dasar?
Korban Terjebak
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, karyawan tersebut terjebak dalam karaoke Double O saat bentrokan pecah.
Adapula korban dibacok yang dievakuasi ke rumah sakit dan kemudian dibawa kembali ke rumah duka malam tadi.
Saat ini, belasan korban yang terjebak di dalam tempat karaoke sedang dilakukan penanganan oleh pihak kepolisian.
Terkait informasi tersebut, Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan membenarkan peristiwa pertikaian nahas yang berujung pada belasan orang kehilangan nyawa itu.
"Awalnya, kami berpikir kalau semua orang di dalam Double O sudah dievakuasi karena saat kejadian anggota kepolisian membantu evakuasi," katanya.
Namun, saat tim pemadam melakukan pemadaman api, ditemukan sekitar 11 jenazah dalam satu ruangan.
"Kita belum tahu pasti jumlah korban meninggal karena masih dilakukan pengecekan lebih lanjut," ujarnya.
Kapolres menambahkan pertikaian tersebut terjadi karena salah paham dua kelompok warga yang berawal di tempat Double O Sorong.
Kejadian tersebut terjadi dua hari yang sudah diupayakan damai, namun tetap berlanjut hingga kejadian dini hari.
Kepala Suku Dilibatkan
Kapolres Sorong Kota, AKBP Ary Nyoto Setiawan mengungkapkan polisi sudah memanggil kedua belah pihak kelompok yang terlibat bentrok untuk menyelesaikan masalahnya di Polsek Sorong Timur.
Selain itu, pihak kepolisian setempat juga memanggil kepala suku untuk meredam bentrokan tersebut.