Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Nasib Pemuda Bantul Jual Perabot Rumah Orangtua Demi Kebutuhan Sang Pacar, Kisah Cintanya Kandas

Pemuda Bantul, Dwi Rahayu Saputra jual perabot rumah orangtuanya demi penuhi kebutuhan sang pacar, namun kini kisah cintanya berakhir di tengah jalan.

KOMPAS.COM/MARKUS YUWONO
DRS saat dimintai Keterangan oleh Kapolres Bantul AKBP Ihsan di Mapolres Bantul Rabu (24/11/2021) 

TRIBUNTERNATE.COM - 'Sudah jatuh ditimpa tangga' mungkin menjadi peribahasa yang cocok untuk menggambarkan nasib pemuda Bantul yang jual perabotan rumah orang tuanya demi sang kekasih.

Diketahui sebelumnya, seorang warga Bantul, Yogyakarta bernama Dwi Rahayu Saputra menjadi sorotan pada November 2021 lalu.

Pria berusia 24 tahun itu tega menjual sebagian besar perbotan rumah milik ibunya demi untuk memenuhi kebutuhan sang pacar.

Sosok kekasih Dwi Rahayu Saputra sendiri disebut-sebut adalah seorang perawat asal Ngawi, Jawa Timur.

Terkejut mengetahui rumahnya kehilangan sebagian besar perabotan, ibu dari pemuda Bantul itu, yakni Paliyem melaporkan sang akan ke polisi.

Akhirnya, Dwi Rahayu Saputra pun ditangkap oleh pihak berwenang.

Dalam prosesnya, sejumlah pihak termasuk Bupati Bantul Abdul Halim Muslih bahkan meminta Paliyem untuk mencabut laporannya.

Namun, Paliyem tak luluh dan bersikeras meneruskan laporannya agar sang anak merasa jera.

Baca juga: Dahulu Dijuluki Kampung Miliarder Seusai Jual Lahan, Kini Warga Tuban Jual Sapi untuk Bertahan Hidup

Baca juga: Aksi Klitih Makin Marak, Masyarakat Yogyakarta Resah hingga Tagar #YogyaTidakAman Menggema

Akan tetapi, pada akhirnya kasus itu kini resmi ditutup setelah Paliyem mengajukan pencabutan tuntutan ke Kejaksaan Negeri Bantul. Sang anak pun kini bisa menghirup udara bebas.

Pemuda 24 tahun tersebut juga sudah mencium kedua kaki ibunya sebagai bentuk permintaan maafnya kepada orang yang telah melahirkannya.

Lantas, setelah kasus ini resmi ditutup, bagaimana hubungan Dwi Rahayu Saputra dengan kekasihnya yang membuatnya bersikap bucin (budak cinta)?

Ternyata, hubungan Dwi Rahayu Saputra dengan pacarnya yang berasal dari Ngawi, Jawa Timur tersebut sudah kandas di tengah jalan.

Hal tersebut diakui oleh Dwi, ia mengaku sudah lama tidak berkomunikasi dengan kekasihnya itu sejak ditahan oleh polisi.

Tersangka DRS saat berada di Polres Bantul
Tersangka DRS saat berada di Polres Bantul (TribunJogja)

"Jujur sudah nggak pernah (komunikasi), nomornya sudah nggak ada, sejak pertama masuk (penjara) udah nggak berhubungan lagi," tandasnya.

Setelah kasusnya selesai, Dwi mengaku akan menata hidupnya kembali agar lebih baik lagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved