Mengenal Rare Earth, Lapisan Tanah di Bekas Lumpur Lapindo yang Mengandung Logam Berharga
Unsur tanah jarang atau rare earth adalah semua logam, dan kelompoknya yang sering disebut sebagai "logam tanah jarang".
TRIBUNTERNATE.COM - Sudah lebih dari 15 tahun, semburan gas disertai lumpur panas Lapindo terbentuk di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Penyebab pasti dari fenomena semburan gas dan lumpur panas itu masih belum diketahui.
Namun, kini terungkap bahwa lapisan tanah bekas semburan gas dan lumpur panas Lapindo menyimpan kandungan rare earth atau logam tanah jarang di lapisan bawah lumpur.
Rare Earth dikenal memiliki manfaat dalam pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Unsur tanah jarang atau rare earth adalah semua logam, dan kelompoknya yang sering disebut sebagai "logam tanah jarang".
Logam-logam ini memiliki banyak sifat yang serupa, sehingga menyebabkan mereka ditemukan bersama dalam endapan geologis.
Unsur-unsur itu juga disebut sebagai "oksida tanah jarang" karena banyak dari mereka biasanya dijual sebagai senyawa oksida.
Baca juga: Pemilik Kebun Sawit di Riau Ditemukan Tewas Mengenaskan, Diduga Diinjak Gajah
Baca juga: Edy Mulyadi Dipanggil ke Bareskrim Polri Pagi Ini, Diperiksa sebagai Saksi Kasus Ujaran Kebencian
Baca juga: 4 Dokumen Kini Bebas dari Bea Meterai, termasuk Pengalihan Hak Atas Tanah dan/atau Bangunan
Apa itu Rare Earth?

Rare Earth Elements (REE) atau Unsur Tanah Jarang (UTJ) adalah unsur penting yang digunakan pada berbagai produk yang kita gunakan sehari-hari seperti telepon seluler, hard drive, lensa kamera, microwave, peralatan medis, persenjataan canggih maupun berbagai produk teknologi tinggi lainnya.
Dikutip dari laman Badan Geologi, REE adalah 17 unsur dalam kerak bumi yang terdiri dari 15 unsur logam lanthanides (La, Ce, Pr, Nd, Pm, Sm, Eu, Gd, Tb, Dy, Ho, Er, Tm, Yb, Lu) ditambah scandiun dan yitrium.
Sebenarnya, unsur-unsur tersebut tidak sepenuhnya langka dan terdapat dalam jumlah cukup banyak dalam kerak bumi.
Hanya saja disebut unsur jarang karena unsur-unsur tersebut cukup sulit diperoleh dalam jumlah signifikan sesuai kebutuhan kehidupan modern saat ini.
Karena sifatnya yang unik REE tidak bisa digantikan oleh komponen lainnya dalam menunjang perkembangan teknologi modern.
Sulitnya memperoleh REE dengan jumlah yang signifikan menyebabkan REE menjadi mahal harganya.
REE biasanya ditemukan dalam beberapa bentuk mineral, seperti monasit, xenotime, dan bastnaesite.