Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Apakah Orang yang Sudah Terpapar Covid-19 Omicron Masih Perlu Vaksinasi Booster?

Laju penularan Omicron di Tanah Air terjadi sangat cepat, lantas masihkah vaksinasi booster diperlukan bagi pasien yang telah sembuh dari Covid-19?

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
ILUSTRASI Vaksinasi booster Covid-19. 

Respons kekebalan yang dimiliki penyintas Covid-19 ini disebut super-immunity (kekebalan super) atau oleh para ilmuwan disebut hybrid immunity (kekebalan hibrida).

Ilustrasi vaksinasi pada anak.
Ilustrasi vaksinasi pada anak. (Jeff Kowalsky | AFP | Getty Images)

Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) pun telah mengeluarkan ringkasan tentang Covid super-immunity dari hybrid antibodi.

Melansir Kompas.com, Rabu (24/11/2021), Kemenkes menjelaskan, super-immunity adalah kekebalan terbentuk dari kombinasi antibodi yang didapat seseorang dari infeksi alami dan vaksinasi.

Dalam laporannya, infeksi virus corona SARS-CoV-2 dapat meningkatkan respons imun.

Ada 4 kombinasi dominan respons imun yang terdeteksi, yakni:

  1. IgG
  2. Memory B cells
  3. T celss
  4. IgA

Menariknya, keempat respons imun itu masih terdeteksi hingga enam bulan pasca infeksi.

Mengutip Nature, para peneliti juga telah memperhatikan sifat unik respons vaksin terhadap penyintas Covid-19.

"Kami melihat, kadar antibodi penyintas Covid-19 lebih tinggi dari orang yang divaksin lengkap," kata Rishi Goel, ahli imunologi dari Universitas Pennsylvania di Philadelphia yang mempelajari super-immunity atau hybrid immunity.

Dalam studi awal hybrid immunity pada penyintas Covid-19 ditemukan, bagian darah mereka yang mengandung antibodi lebih mampu menetralkan varian virus corona yang bisa menghindari respons imun.

Tim ilmuwan membandingkannya dengan individu yang belum pernah terinfeksi tapi sudah vaksin.

Misalnya seperti varian Beta dan virus corona lain yang disebut lebih kebal dan mampu menghindari antibodi.

Namun tidak jelas, apa itu karena tingginya tingkat antibodi penetralisir atau sifat lain.

Sementara itu studi terbaru menunjukkan, hybrid immunity disebabkan oleh salah satu antibodi yang disebut sel B memori.

Studi ini menyebut, sebagian besar antibodi yang terbentuk setelah infeksi atau vaksinasi berasal dari sel berumur pendek yang disebut plasmablas.

Kemudian tingkatan antibodi menurun seiring dengan matinya sel-sel plasmablas tersebut.

Baca juga: Pasien Covid-19 RS Naik, Luhut: Pasien Gejala Ringan Jangan Masuk RS, Masuk Saja di Isolasi Terpusat

Baca juga: Ledakan Kasus Covid-19, Sopir Mobil Jenazah Sebut Order Kembali Naik, Wisma Atlet Lebih Ramai

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved