Berakhir Tragis, Terungkap Latar Belakang Ritual di Jember: Berharap Berkah dari Ratu Pantai Selatan
Kapolsek Ambulu, AKP Maruf mengatakan, menurut keterangan saksi ada 20 orang anggota kelompok yang turun ke tepi pantai.
Salah satu hal yang dilakukan di kelompok itu adalah melakukan ritual di laut.
Ritual dilakukan di Pantai Payangan, salah satu titik dalam pesisir laut selatan Jember.
Melalui kegiatan ritual di laut itu, mereka ingin membuang sial melalui proses pembersihan diri.
"Ritual dilakukan, pertama untuk membersihkan diri, dan kedua mengharapkan berkah dari Ratu Pantai Selatan. Mereka membaca doa-doa, termasuk ada doa dalam Bahasa Jawa, yang itu perlu kami dalami lagi tentang bacaan itu, nanti masuk dalam Kejawen seperti apa," imbuhnya.
Ritual mandi di laut selatan itu dilakukan dalam waktu-waktu tertentu.
Ketika ditanya tentang kondisi Nurhasan, ketua kelompok itu saat ini, Hery mengatakan, dia masih dirawat di RSD dr Soebandi Jember.
"Karena mengalami sesak nafas, dan terbentur batu karang. Nanti kalau yang bersangkutan sudah keluar dari rumah sakit, kami akan mintai keterangan," ujarnya.
Hery berjanji dalam waktu dekat, pihaknya akan merampungkan penyelidikan kasus tersebut.
Karena jika memang ada unsur pidana, maka pihaknya akan segera melakukan tindakan tegas, dengan menerapkan pasal dalam KUHP.
"Supaya ada efek jera, dan kejadian serupa tidak terjadi," pungkas Hery.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Akhirnya Terkuak Kronologi Ritual Maut di Pantai Jember, Juru Kunci Sudah Curiga: Seakan Memanggil dan Terjawab Penyebab Kelompok Tunggal Jati Gelar Ritual di Pantai Payangan, Polisi Sebut Soal Bacaan
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ritual Maut Tewaskan 11 Korban di Jember: Berharap Berkah dari Ratu Pantai Selatan