Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Berakhir Tragis, Terungkap Latar Belakang Ritual di Jember: Berharap Berkah dari Ratu Pantai Selatan

Kapolsek Ambulu, AKP Maruf mengatakan, menurut keterangan saksi ada 20 orang anggota kelompok yang turun ke tepi pantai.

dok. Basarnas Jember
Sebanyak 11 orang tewas dalam ritual di Pantai Payangan Jember, Minggu (13/2/2022) dini hari. 

Menurut sang anak sulung, SAM, dirinya dan dua orang adiknya yang cukup besar secara bergantian dibawa ikut ke pengajian kelompok tersebut.

Pengajian biasanya diadakan di rumah Ketua Kelompok Tunggal Jati, Nurhasan di Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, Jember.

"Kadang yang di Abah, dekat rumah," imbuh SAM sambil menyebut salah satu tetangganya.

Baca juga: Ganjar Pranowo Tanggapi Keluhan Puan Maharani Soal Tak Disambut Gubernur: Siap Sambut Paling Depan

Baca juga: Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu Meningkat, Pakar Geologi: Bisa Terjadi Erupsi Freatik Mendadak

Baca juga: FX Hadi Rudyatmo Nilai Puan Maharani Belum Dewasa dalam Berpolitik karena Kesal Tak Disambut

Pada Sabtu (13/2/2022) sekitar pukul 21.00 WIB, Syaiful Bahri dan Sri Wahyuni berangkat berdua ke rumah ketua kelompok untuk berkumpul sebelum berangkat ke pantai.

Sekitar pukul 23.00 WIB, rombongan tiba di Pantai Payangan, sisi selatan Bukit Samboja, yang menjadi lokasi ritual.

"Kalau ritual di Pantai Payangan, ayah sudah ikut tiga kali. Yang kedua, sekitar 10 hari lalu," ujar SAM.

SAM mengaku pernah diajak sekali oleh orang tuanya mengikuti ritual itu.

Dia menceritakan, mereka memakai kaus hitam berlogo dan bertuliskan nama kelompok Tunggal Jati.

"Semuanya berpakaian hitam," tuturnya.

Disampaikan oleh SAM ternyata ritual tersebut memang seperti memanggil ombak agar semakin lama semakin tinggi dan membesar.

Setelah berada di tepi pantai, mereka berdiri menghadap ke pantai dengan lengan saling bergandengan. Kemudian mereka duduk, masih menghadap laut.

Dalam ritualnya, mereka membaca sejumlah bacaan seperti syahadat, surat Al-Fatihah, beberapa surat pendek, juga bacaan dalam bahasa Jawa.

SAM menyebut, ritual itu seakan memanggil ombak.

"Jadi dari ombaknya kecil, sampai besar. Tubuh memang harus terkena ombak. Ritual berakhir dengan mandi di laut," imbuhnya.

Ritual berakhir sekitar pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Wanita Tewas Bersama Suami Saat Ritual Maut di Jember, Sempat Bermimpi Lihat Keranda Jenazah

Baca juga: Anggota Polres Bondowoso jadi Korban Ritual di Pantai Payangan, Istri Ungkap Percakapan Terakhir

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved