Rabu, 15 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Arab Saudi Cabut Pembatasan, Amphuri: ''Insyaallah Tahun Ini Ibadah Haji Dibuka''

Dengan pelonggaran yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, kemungkinan besar penyelenggaraan haji pada 2022 bakalan dibuka.

Sky News
ILUSTRASI Jemaah yang sedang melaksanakan ibadah haji di tengah pandemi Covid-19. 

TRIBUNTERNATE.COM - Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik kebijakan pemerintah Arab Saudi yang mencabut aturan pembatasan terkait pandemi Covid-19.

Diketahui sebelumnya, Arab Saudi melonggarkan pengetatan terhadap orang-orang yang memasuki Tanah Suci.

Per Sabtu (5/3/2022), Arab Saudi menghapus kewajiban karantina selama lima hari kepada orang yang baru masuk ke wilayahnya.

Aturan wajib menunjukkan tes PCR pun tak lagi diterapkan.

Kemudian, aturan jaga jarak sosial di dua masjid suci, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, juga telah dicabut.

Ketua Umum DPP Amphuri Firman M Nur mengatakan, dengan pelonggaran yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, kemungkinan besar penyelenggaraan haji pada 2022 bakalan dibuka.

Dalam wawancaranya dengan statiun televisi swasta MetroTV, Firman mengatakan, kebijakan pemerintah Arab dengan bebas karantina dan tes PCR serta salat tidak berjarak sudah mengindikasikan Arab akan membuka diri untuk ibadah haji.

"Insya Allah Tahun ini ibadah haji dibuka," kata Firman.

Baca juga: Arab Saudi Cabut Aturan Pembatasan Terkait Covid-19, Tak Lagi Ada Jarak Sosial di Masjidil Haram

Baca juga: Sebelum Indonesia, Mesir & Arab Saudi Sudah Lebih Dulu Terapkan Pembatasan Pengeras Suara di Masjid

Ia menyebutkan sudah dua tahun ibadah haji batal digelar, padahal tiap tahunnya Indonesia mengirimkan sebanyak 210.000 jemaah untuk berhaji.

Dengan pembatalan tersebut, maka calon jemaah haji di Indonesia terus menumpuk.

Sementara untuk ibadah umrah, Firman menyebutkan, setiap bulannya sudah ada 30.000 orang yang berangkat umrah ke Tanah Suci.

Jumlah itu sangat sedikit karena keterbatasan tiket pesawat dan kewajiban karantina selama lima hari yang sangat memberatkan.

Ia memperkirakan, jemaah umrah mendatang diperkirakan diperkirakan akan terus meningkat.

Kemenag RI Bakal Berdiskusi dengan Sejumlah Pihak

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief menyebut Kemenag bakal berbicara dengan berbagai pihak terkait kebijakan resiprokral antara Pemerintah Saudi dan Indonesia untuk urusan haji dan umrah.

"Terkait keputusan Saudi Arabia mencabut sebagian besar dari kebijakan protokolnya, khususnya berkenaan dengan karantina dan PCR, maka akan ada konsekuensi juga terhadap kebijakan penyelenggaraan umrah di Indonesia.

Baca juga: Ganjar Pranowo Unggul dalam 11 Aspek Calon Presiden 2024 Menurut Survei PRC-PPI

Baca juga: Evakuasi 8 Jenazah Korban Serangan KKB Papua, 3 Helikopter Terbang ke Distrik Beoga

Baca juga: Pemerintah Terbitkan Visa on Arrival (VoA) Khusus Wisata di Bali bagi 23 Negara, Mana Saja?

"Saya optimis akan segara ada penyelarasan kebijakan. Apalagi, Indonesia saat ini juga sudah mulai melakukan penyesuain kebijakan masa karantina," ucap Hilman di Jakarta, Minggu (6/3/2022), dikutip dari laman pers Kemenag.

"Kebijakan One Gate Policy atau satu pintu pemberangkatan jemaah umrah dari asrama haji juga akan disesuaikan," imbuh dia.

Dikatakan Hilman, Kemenag juga bakal berkoordinasi dengan BNPB dan Kementerian Kesehatan.

Hal tersebut dilakukan mengingat aturan Arab Saudi  yang perlu disesuaikan.

Ia pun mencontohkan, sudah tidak dipersyaratkan lagi karantina dan tesPCR saat masuk ke Arab Saudi.

Menurutnya, ini harus direspon secara mutual recognition atau kesepakatan dua negara antara Indonesia dengan Arab.

"Jadi, jangan sampai di sananya tidak perlu karantina, di kita masih dipaksa karantina."

"Atau jangan sampai di sana tidak dibutuhkan PCR, di kita harus PCR untuk berangkatnya, dan lain-lain," jelasnya.

Ia berharap Kemenkes dan BNPB bisa segera melakukan penyesuaian terkait aturan Arab Saudi yang baru.

"Posisi Kemenag lebih pada mempersiapkan penyelenggaraan kebijakan terkait pencegahan Covid-19, termasuk jika nantinya Indonesia juga harus mencabut kebijakan one gate policy sebagaimana yang selama ini sudah berjalan," jelas dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 'Insya Allah Tahun Ini Ibadah Haji Dibuka'

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved