Virus Corona

Pasien Long Covid Berisiko Alami Kerusakan Syaraf, termasuk Nyeri Otot yang Tak Kunjung Reda

Pasien Long Covid memiliki risiko kerusakan saraf jangka panjang yang bisa menyebabkan kelelahan, perubahan sensorik, dan nyeri di tangan dan kaki.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
Pexels/Karolina Grabowska
ILUSTRASI Nyeri otot - Pasien Long Covid berisiko mengalami kerusakan saraf, termasuk nyeri otot. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebagian pasien yang menderita Long Covid memiliki risiko kerusakan syaraf jangka panjang yang bisa menyebabkan kelelahan, perubahan sensorik, dan nyeri di tangan dan kaki.

Bahkan, dilansir TribunTernate.com dari WebMD, kerusakan syaraf itu bisa terjadi pada pasien virus corona yang mengalami gejala ringan saat terpapar Covid-19.

Kerusakan tersebut tampaknya disebabkan oleh masalah kekebalan yang dipicu oleh infeksi.

Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Neurology: Neuroimmunology & Neuroinflammation, sebuah jurnal resmi dari American Academy of Neurology.

"Ini adalah salah satu jurnal awal yang menyelidiki penyebab Long Covid, yang akan terus meningkat dan menjadi penting seiring dengan berkurangnya kasus Covid-19 gejala parah," kata Anne Louise Oaklander, ahli syaraf di Rumah Sakit Umum Massachussetts.

"Temuan kami menunjukkan bahwa beberapa pasien Covid-19 yang mengalami Long Covid mengalami kerusakan pada serabut syaraf perifer mereka dan kerusakan pada jenis sel syaraf berserat kecil mungkin juga terjadi," lanjutnya.

Baca juga: Hati-Hati, Orang yang Terpapar Omicron Bisa Alami Long Covid, Gejala Tak Hilang Sampai Sebulan Lebih

Baca juga: Rambut Rontok jadi Gejala Baru Long Covid, Bagaimana Rambut Rontok yang Masih Dikategorikan Normal?

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menganalisis data dari 17 penyintas Covid-19 yang mengalami Long Covid dan tidak memiliki riwayat atau risiko neuropati atau kerusakan atau penyakit syaraf.

Para pasien tersebut berasal dari 10 negara bagian dan teritori di Amerika dan semuanya, kecuali satu orang, mengalami infeksi ringan.

Hasilnya, mereka menemukan bahwa 10 pasien atau 59 persennya memiliki setidaknya satu tes yang mengkonfirmasi bahwa mereka mengalami neuropati.

Neuropati sendiri adalah istilah yang digunakan untuk gejala gangguan atau penyakit pada syaraf di tubuh.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved