Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

SoftBank Mundur dari Investasi Proyek IKN Nusantara, Nama Masayoshi Son Dihapus dari Dewan Pengarah

Buntut dari pembatalan rencana investasi itu, nama Masayoshi Son langsung dihapus dari daftar Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

mainichi.jp
Logo SoftBank Group Corp. 

TRIBUNTERNATE.COM - CEO SoftBank Masayoshi Son mengumumkan bahwa perusahaannya batal berinvestasi di proyek pemindahan ibu kota negara (IKN) di Kalimantan Timur, Jumat (11/3/2022).

Buntut dari pembatalan rencana investasi itu, nama Masayoshi Son langsung dihapus dari daftar Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN).

Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Tidak lagi (jadi Dewan Pengarah IKN)," kata Luhut Binsar Pandjaitan di Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Menurut Luhut, posisi Dewan Pengarah Pembangunan IKN yang sebelumnya ditempati Masyoshi sedang dicari, tetapi nantinya bisa diisi oleh investor baru atau lainnya. 

"Lagi kita cari penggantinya. Bisa juga (dari investor) tapi bisa juga tidak," ucap Luhut. 

Saat SoftBank berminat investasi senilai 100 miliar dolar AS di IKN, pemerintah menunjuk Masayoshi Son sebagai Ketua Dewan Pengarah IKN bersama Perdana Menteri Inggris Tony Blair dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed bin Zayed Al Nahyan atau MBZ.

Baca juga: Airlangga Hartarto: Pemerintah akan Beri Subsidi Minyak Goreng Curah Rp14.000,00 per Liter

Baca juga: Logo Halal Baru Tuai Kritikan: Terkesan Jawa-sentris hingga Asing bagi Yang Tak Terbiasa Bahasa Arab

Baca juga: Kopda Andreas Berulang Kali Memohon pada Kolonel Priyanto agar Tak Buang Jasad Remaja Sejoli

Luhut pun tidak heran dengan mundurnya SoftBank jadi investor di IKN. 

"Kalau SoftBank dari awal sudah mundur dia, sejak sahamnya drop. Kemudian dia punya vision fund, fund-nya tidak jadi ditaruh di Saudi, tidak jadi ditaruh di Abu Dhabi. Jadi dia tidak ada (dana), yasudah off,” ujar Luhut.

Diketahui, SoftBank Corp batal berinvestasi di IKN Nusantara, di mana perusahaan Jepang itu menyatakan tidak akan berinvestasi dalam proyek itu.

"Tetapi (SoftBank) terus berinvestasi di Indonesia melalui Vision Fund dan perusahaan portofolionya," kata juru bicara perusahaan dikutip dari Reuters, Jumat (11/3/2022).

Sebagai informasi, SoftBank adalah investor mayoritas dalam proyek pembangunan IKN Nusantara bersama dengan perusahaan teknologi seperti GoTo dan Grab yang dikenal di Indonesia.

Sementara SoftBank Vision Fund saat ini berinvestasi di perusahaan asal Singapura, Funding Societies yang mengoperasikan pinjaman digital di Indonesia dan negara di Asia Tenggara lainnya.

Baca juga: Agus Harimurti Yudhoyono: Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Baca juga: PDIP Tegur Luhut soal Wacana Tunda Pemilu 2024 dan Jokowi 3 Periode, Minta Menko Marves Klarifikasi

Baca juga: Jokowi Pimpin Penyatuan Tanah dan Air dari 34 Provinsi Indonesia di IKN Nusantara, Ini Filosofinya

Luhut Sempat Berujar soal Investasi 100 Miliar Dolar AS oleh SoftBank

Pertemuan Antara Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo; Masayoshi Son, Chairman dan CEO of Softbank; Anthony Tan, CEO of Grab; Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia di Istana Merdeka, Senin (29/7/2019)
Pertemuan Antara Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo; Masayoshi Son, Chairman dan CEO of Softbank; Anthony Tan, CEO of Grab; Ridzki Kramadibrata, President of Grab Indonesia di Istana Merdeka, Senin (29/7/2019) (Grab Indonesia)

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan berujar bahwa SoftBank bakal menjadi investor pembangunan IKN Nusantara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved