Ragukan Klaim Luhut 110 Juta Warganet Ingin Tunda Pemilu, Ketua PPP: Itu 110 Juta Orang atau Akun?
Achmad juga mengatakan, setelah ditunjukkan datanya, perlu diteliti lebih lanjut apakah 110 juta warganet itu dihitung perorang atau per-akun.
TRIBUNTERNATE.COM - Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Achmad Baidowi, meragukan klaim Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan bahwa 110 juta warganet ingin menunda pemilu 2024.
Achmad mengatakan, dirinya belum bisa percaya 100 persen terhadap klaim Luhut tersebut ika belum melihat data riilnya.
"Sebelum melihat data riilnya, PPP belum bisa percaya 100% ya, apalagi tadi dikatakan big data tadi basisnya warganet," kata Achmad Baidowi dalam sebuah wawancara yang disiarkan di kanal Youtube KompasTV, Kamis (17/3/2022).
Menurut Achmad, jika data 110 juta warganet itu merujuk kepada media sosial, perlu diketahui lebih lanjut apakah itu dihitung tiap orang atau tiap akun.
Hal ini karena, menurut Achmad, satu orang bisa memiliki lebih dari satu akun media sosial.
"Kita tahu kalau warganet yang dipotret, dalam hal ini media sosial, satu orang itu bisa punya akun lebih dari satu, apakah itu dihitung satu orang atau (akunnya) dihitung juga," papar Achmad.
Baca juga: PDIP Tegur Luhut soal Wacana Tunda Pemilu 2024 dan Jokowi 3 Periode, Minta Menko Marves Klarifikasi
Baca juga: Ada Parpol Usul Pemilu 2024 Ditunda, Mantan Ketua MK: Itu Cuma Main-main Supaya Jadi Pembicaraan
Lalu, Achmad juga menimpali soal Luhut yang menyinggung banyak pihak yang marah-marah terhadap klaim yang dinyatakan Luhut.
Achmad mengatakan, pihaknya tidak marah-marah, namun hanya ingin mengetahui kebenaran data yang diklaim oleh Luhut.
"Kita tidak marah, kita hanya mengkonfirmasi benar tidaknya data tersebut, sehingga usulan-usulan yang dikaitkan dengan penundaan pemilu, jelas sumbernya," tuturnya.
Achmad pun meminta Luhut untuk menunjukkan data yang dimiliknya agar mendapatkan kepercayaan publik sekaligus membuat klaimnya valid.
"Mana big datanya itu? Tunjukkan ke kita supaya publik juga percaya "Selama belum ditunjukkan ya dianggap belum valid," ujar Achmad.
Ia juga mengatakan, setelah ditunjukkan datanya, perlu diteliti lebih lanjut apakah 110 juta warganet itu dihitung perorang atau per-akun.
"Kalau pun diperlihatkan datanya, harus diperlihatkan secara detail, itu data 110 juta orang atau 110 juta akun?" pungkasnya.
Video selengkapnya.
Luhut klaim punya data 110 juta warganet ingin tunda pemilu 2024