Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Curiga Narsisistik Megalomania, Amien Rais Sarankan Luhut dan Jokowi Periksa ke Psikolog

Amien Rais mencurigai Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan menderita kondisi psikis yang bernama narsisistik megalomania.

Istimewa via Sriwijayapost
Ketua Dewan Syuro Partai Ummat Amien Rais 

TRIBUNTERNATE.COM -  Ketua Dewan Syuro Partai Ummat Amien Rais tengah menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Ia meminta agar kedua tokoh itu berkonsultasi ke psikolog.

Amien Rais juga menyebut bahwa Jokowi dan Luhut harus berkaca.

Pria bernama lengkap Prof. H. Muhammad Amien Rais, M.A., Ph.D itu mencurigai dua sosok tersebut menderita kondisi psikis yang bernama narsisistik megalomania.

Menurutnya, hal ini terlihat dari sikap merasa paling tahu, benar, dan menganggap diri sebagai penyelamat bangsa satu-satunya.

"Anda berdua ini harus berkaca dan tanya kepada psikolog yang objektif apakah kira-kira Anda berdua itu menderita narsisistik megalonia," kata Amien dalam keterangan video di kanal YouTube miliknya, Sabtu (2/4/2022).

Jika benar begitu, Amien juga menyarankan keduanya memohon ampun kepada Tuhan.

Amien melanjutkan, jika benar mereka mengalami penyakit psikis tersebut dan mengejawantahkannya dalam memimpin negara, maka akan sangat berbahaya bagi bangsa dan negara.

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan: Indonesia Negara yang Paling Lambat Naikkan Harga BBM Pertamax

Baca juga: ICW Tagih Luhut soal Transparansi Big Data Penundaan Pemilu 2024, Singgung soal Pertanggungjawaban

Baca juga: Luhut Binsar Pandjaitan Tegaskan Tak Ingin Jadi Presiden RI: Bukan Mimpi Saya, Biar Saja yang Lain

Eks Ketua MPR RI itu juga menyoroti sikap Jokowi yang marah-marah terhadap para menteri karena dianggap tidak becus dalam bekerja.

"Saya lihat kemarin Jokowi marah-marah dua kali, bahkan menghujat menteri dan pejabat tingginya. Kenapa dipilih sendiri, dihujat sendiri?" katanya.

Menurutnya, menteri atau pejabat yang dipilih seorang presiden menggambarkan bagaimana karakter presiden itu sendiri.

"Jadi kalau presiden marah-marah, berarti dia memarahi dirinya sendiri," imbuhnya.

Jokowi Marahi Menteri

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo mengaku jengkel dan gregetan melihat banyaknya barang impor dalam pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh kementerian, pemerintah daerah dan juga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Di depan menteri, kepala lembaga, kepala daerah, pejabat BUMN, dan para pejabat lainnya Presiden mengatakan barang-barang yang impor tersebut sebenarnya bisa diproduksi di dalam negeri namun diimpor.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved