Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Hanya Mampu Melindungi Lansia dari Virus dalam Waktu Sebentar Saja

Vaksin Covid-19 dosis keempat terbukti hanya memberikan perlindungan tambahan dalam jangka pendek bagi lansia dan orang-orang yang berisiko tinggi.

TRIBUNNEWS/Akbar Permana
ILUSTRASI Lansia yang divaksinasi Covid-19 dosis keempat. 

Sebuah Penelitian sebelumnya dari Israel, yang belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah, menemukan bahwa orang dewasa yang lebih tua yang menerima dosis keempat memiliki kemungkinan 78 persen lebih kecil untuk meninggal karena Covid-19 dibandingkan mereka yang hanya menerima satu suntikan booster.

Tetapi, para ilmuwan mengkritik metodologi penelitian, dan manfaat booster kedua untuk orang dewasa muda yang sehat masih kurang jelas.

Beberapa ahli mencatat bahwa kebanyakan orang dewasa yang telah divaksinasi dan mendapatkan booster pertama kemungkinan besar akan terlindungi dari penyakit parah dan kematian.

Pada 2 Januari, Israel mengizinkan dosis keempat vaksin Pfizer untuk lansia 60 tahun ke atas dan populasi yang berisiko tinggi lainnya yang telah menerima suntikan ketiga setidaknya empat bulan sebelumnya.

Baca juga: Vaksinasi Booster saat Puasa Diperbolehkan, Ini Cara Atasi Efek Sampingnya Menurut dr Reisa

Baca juga: Calon Penumpang Kereta Api Belum Vaksinasi Booster? Wajib Tes Antigen/PCR, Ini Aturan Lengkapnya

Penelitian terbaru ini didasarkan pada catatan Kementerian Kesehatan Israel yang melibatkan lebih dari 1,2 juta lansia yang memenuhi syarat untuk suntikan keempat antara 10 Januari hingga 2 Maret, ketika Omicron menjadi varian dominan di negara itu.

Para peneliti membandingkan tingkat infeksi virus yang dikonfirmasi dan kasus Covid-19 gejala parah di antara mereka yang telah menerima dosis keempat dengan mereka yang hanya menerima tiga dosis.

Hasilnya, perlindungan terhadap infeksi tampaknya mencapai puncaknya empat minggu setelah suntikan dosis keempat.

Tingkat infeksi yang dikonfirmasi dua kali lebih tinggi pada kelompok tiga dosis seperti pada kelompok empat dosis.

Namun, para peneliti menemukan bahwa delapan minggu setelah suntikan keempat, perlindungan tambahan terhadap infeksi hampir hilang.

Sementara itu, tingkat gejala parah 3,5 kali lebih tinggi pada kelompok tiga dosis daripada kelompok empat dosis pada minggu keempat setelah suntikan booster ekstra.

Perlindungan itu tampaknya tidak berkurang dan benar-benar meningkat sedikit pada minggu keenam setelah suntikan, ketika tingkat penyakit parah 4,3 kali lebih tinggi pada kelompok tiga dosis.

Namun demikian, penelitian ini mencakup periode yang relatif singkat, dan apakah manfaat melawan penyakit bertahan dalam jangka panjang masih belum diketahui.

Selain itu, penelitian ini juga tidak melaporkan data tentang kematian.

(TribunTernate.com/Ron)(The Straits Times)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved