Virus Corona

Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Hanya Mampu Melindungi Lansia dari Virus dalam Waktu Sebentar Saja

Vaksin Covid-19 dosis keempat terbukti hanya memberikan perlindungan tambahan dalam jangka pendek bagi lansia dan orang-orang yang berisiko tinggi.

TRIBUNNEWS/Akbar Permana
ILUSTRASI Lansia yang divaksinasi Covid-19 dosis keempat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Vaksin booster kedua atau vaksin Covid-19 dosis keempat dari Pfizer-BioNTech hanya memberikan perlindungan tambahan jangka pendek terhadap varian Omicron dan gejala parah bagi lansia.

Hal tersebut diungkapkan oleh sebuah penelitian besar terbaru di Israel yang dipublikasi pada Selasa (5/4/2022).

Efektivitas vaksin dosis keempat, khususnya terhadap penularan, berkurang setelah empat minggu dan hampir menghilang secara total setelah delapan minggu setelah vaksin disuntikkan.

Namun, perlindungan terhadap gejala parah tidak surut dalam enam minggu setelah vaksin booster kedua disuntikkan.

Tetapi, belum dapat ditentukan apakah vaksin dosis keempat dapat memberikan perlindungan jangka panjang yang lebih baik terhadap gejala parah daripada vaksin dosis ketiga atau booster.

Penelitian ini berfokus pada orang dewasa berusia 60 tahun ke atas alias lansia dan tidak memberikan data tentang efektivitas vaksin dosis keempat pada orang-orang yang lebih muda.

Penelitian yang diterbitkan di New England Journal of Medicine ini menunjukkan bahwa vaksin dosis keempat cenderung memberikan perlindungan singkat terhadap infeksi Omicron pada orang yang lebih tua.

Selain itu, vaksin booster ekstra ini terbukti secara konsisten bahwa efektivitasnya terhadap penularan berkurang lebih cepat, daripada kemampuan melawan gejala parah.

Baca juga: Pfizer Sebut Orang Perlu Vaksin Covid-19 Dosis Keempat, Memang Benar Dibutuhkan atau Bisnis Belaka?

Baca juga: Perlindungan 3 Dosis Mulai Berkurang, Pfizer Ajukan Izin untuk Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

"Untuk infeksi yang dikonfirmasi, dosis keempat tampaknya hanya memberikan perlindungan jangka pendek dan manfaat absolut yang sederhana," tulis para peneliti dikutip dari The Straits Times, Rabu (6/4/2022).

Hasil penelitian ini muncul di tengah perdebatan tentang apakah dan kapan orang-orang, khususnya masyarakat Amerika, membutuhkan booster tambahan.

Seperti diketahui, penyebaran Omicron sangat cepat dan sangat menular, bahkan dapat menghindari beberapa pertahanan kekebalan tubuh.

Hal itu kemudian membuat diskusi tentang apakah vaksin dosis keempat atau booster kedua diperlukan semakin intensif.

ILUSTRASI Vaksinasi booster Covid-19.
ILUSTRASI Vaksinasi booster Covid-19. (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

Bulan lalu, FDA mengizinkan suntikan booster kedua dari Pfizer dan Moderna untuk orang orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, serta orang-orang dengan gangguan kekebalan yang berusia 12 tahun ke atas.

Badan tersebut juga mengizinkan booster mRNA untuk orang dewasa yang telah menerima dua dosis vaksin dari Johnson & Johnson.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved