Pasca Gempa
Kisah Rahman, Rumah yang Baru Tiga Bulan Ditinggali Rata Tanah, di Desa Ngidiho Halmahera Utara
Gempa magnitudo 5,2 guncang Halmahera Utara, Maluku Utara, Selasa (18/4/2022) lalu, menyisakan cerita pilu.
"Man (sapaan akrab Hani pada suaminya) tong (kita) tong pe rumah Man," tutur hani diceritakan rahman.
Istrinya itu gemetar lalu memeluk ketiga anaknya.
Rahman saat itu tak bisa menahan lagi rasa sedihnya.
Dia pun meneteskan air mata.
Tapi, istrinya terus memanggil Rahman.
"Man, kita (saya) Tako Man,"kenang Rahman waktu itu.
Baca juga: Warga Desa Ngidiho Halmahera Utara Gotong Royong Bangun Masjid Darurat Pasca Gempa
Baca juga: BPBD Halmahera Utara Salurkan Bantuan Bahan Bangunan Masjid di Desa Ngidiho Galela Barat
Rahman kemudian coba ikhlas dan lapang dada lalu menenangkan istrinya.
"Sabar saja, mungkin ini cobaan,"kata Rahman.
Meski demikian Hani terus menyinggung hasil usaha bersama suaminya membangun rumah.
"Man, tong cari doi (Uang)sengsara begini kong rumah so ancor. Cari doi sengara kong,"cerita Rahman dikeluhkan istrinya.
"Sabar saja, nanti cari uang lagi, baru torang bangun rumah lagi,"ujar Rahman menguatkan istrinya.
Sampai sekarang istri Rahman tak kuat melihat kondisi rumahnya.
"Saya ajak istri saya bersih-bersih, tapi dia tidak mau. Alasannya tara (tidak) sanggup,"tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/21042022_rahman.jpg)