Kontak Senjata KKB dan TNI Terjadi di Nduga Papua, Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar Gugur
Kontak tembak antara KKB Papua dengan Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, di Distrik Kalikobe, kembali terjadi di Kabupaten Nduga, Papua, Jumat (22/4)
TRIBUNTERNATE.COM – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali membuat ulah di Papua.
Kontak tembak antara KKB dengan Pos Satgas Kodim Mupe Yonif 3 Mar, di Distrik Kalikobe, kembali terjadi di Kabupaten Nduga, Papua, pada Jumat (22/4/2022).
Satu perwira TNI AL atas nama Mayor Mar Lilik Cahyanto terkena recolset bagian bahu.
Selain Mayor Mar Lilik Cahyanto yang mengalami luka, satu prajurit marinir pun gugur.
Prajurit yang gugur tersebut adalah Pratu Mar Dwi Miftahul Ahyar.
Baca juga: Masjid dan Sekolah di Afghanistan Dibom: 33 Orang Tewas, 43 Luka-luka
Baca juga: Seorang Ayah di Bengkulu Curi Burung Demi Beli Susu untuk Anaknya, Kini Bebas setelah Sempat Ditahan
Baca juga: Jokowi Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng: DPR Beri Apresiasi, Pengusaha Hormati Keputusan Presiden
Penyerangan terhadap anggota TNI AL tersebut bukan pertama kalinya dilakukan oleh KKB di wilayah Nduga.
Penyerangan sebelumnya terjadi pada Sabtu (26/3/2022) terhadap Pos Satgas Mupe Yonif Marinir-3 di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga.
Akibat penyerangan ini dua prajurit TNI meninggal dunia, yakni Komandan Peleton (Danton) Letda Mar Moh Iqbal dan Pratu Mar Wilson Anderson.
Letda Mar Moh Iqbal meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pratu Mar Wilson Anderson meninggal dunia pada Minggu (27/3/2022) setelah menjalani perawatan medis.
Penyerangan diduga dilakukan KKB pimpinan Egianus Kogoya.
Sementara 8 prajurit lainnya mengalami luka-luka.
KKB menyerang Pos Marinir di Kenyam menggunakan granat dan senjata api.
Granat ditembakkan melalui senjata pelontar granat atau Grenade Launcher Module (GLM).
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, KKB pimpinan Egianus Kogoya diketahui merupakan kelompok dengan persenjataan terbanyak.