Marcus Gideon Alami Tulang Tumbuh di Ankle, Dokter Jelaskan Mengapa Harus Dioperasi

Bersama dokter PBSI, Prof. dr. Nicolaas C. Budhiparama, Marcus Fernaldi Gideon memberikan penjelasan mengenai operasi ankle yang ia jalani.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Rizki A
Instagram/marcusfernaldig
Salah satu pebulutangkis sektor ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon 

Namun, ia mempertimbangkan bahwa sebaiknya fokus pada cedera dan operasi ankle-nya, serta menyebut bahwa ada pemain lain yang bagus yang dapat bergabung dengan tim.

"Ya pastinya menyesal, kepingin ikut tim buat bela Indonesia lagi soalnya kemarin kan kita juga udah abis juara, ya tapi mau gimana, saya kalau main juga belum tentu maksimal dan daripada mengecewakan nanti hasilnya nggak bagus, kasihan tim juga, mending kasih yang lain, kan banyak juga yang bagus," katanya.

Kemudian, Marcus Gideon mengungkapkan harapannya setelah pulih dari operasi dan memberikan semangat kepada tim bulutangkis Indonesia yang akan bertanding di Thomas Cup 2022.

"Ya pasti pingin balik maksimal lagi mainnya, kalau bisa maintain di atasnya lebih lama gitu. Tetap semangat. Pasti bisa. Tetap pertahankan Piala Thomas di Indonesia." kata Marcus.

Di akhir video, dokter Nicolaas menjelaskan bahwa Marcus Gideon adalah seorang atlet yang memiliki pemikiran yang brilian.

Sebab, Marcus dinilai dapat mengambil keputusan yang tepat untuk rehat dan memulihkan cederanya sebelum akhirnya kembali bertanding dan membawa prestasi gemilang.

"Karena dia kan model atlet top dunia kan yang pemikirannya betul-betul brilian. Kenapa? Saya cerita, waktu tahun 2016 lututnya itu saya katakan cukup jelek injured-nya. Saya bilang, 'Marcus, gimana, kalau mau main pun, dia cuma setengah-setengah, tiga bulan nggak main.' Nah, dia seorang pemikir gitu, soalnya ada kan atlet yang 'wah, pelatih saya nyuruh, ya saya musti turun', nah, dia nggak [begitu]. Dia mikir beneran, tiga bulan, tahan. Hasilnya sesudah turun, lihat tahun 2017 dapat 9 medali. Nah, decision is very important, udah pasti dari dokternya, pemainnya, pelatihnya, kan gitu. Keputusan itu yang sangat baik. Seorang atlet musti tahu kapan dia harus berhenti, kapan dia harus istirahat, kapan dia harus menang, kan gitu," jelas dokter Nicolaas.

(TribunTernate.com/Rizki A.)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved