Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Marcus Gideon Alami Tulang Tumbuh di Ankle, Dokter Jelaskan Mengapa Harus Dioperasi

Bersama dokter PBSI, Prof. dr. Nicolaas C. Budhiparama, Marcus Fernaldi Gideon memberikan penjelasan mengenai operasi ankle yang ia jalani.

Instagram/marcusfernaldig
Salah satu pebulutangkis sektor ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon 

"Pertanyaannya, kenapa mesti dioperasi, kan gitu? Biasanya kita lakukan conservative treatment dulu, itu sudah pasti, selalu. Kita beri obat, fisioterapi, kompres, terus apa... Tapi, waktu terakhir, main di All England, itu nggak kuat, sakitnya tuh sakit sekali. Nah, kemudian, mau conservative treatment itu [harus, red] berapa lama, dia kan pemain dunia, masih ada schedule-nya kan gitu. Akhirnya, Marcus kan cerita, dia tanya ke temennya, Axelsen, dilakukan tindakan yang sama," kata dokter Nico.

"Kebetulan, saya kan seorang sport medic untuk hip and knee, [untuk] ankle saya kan ngga begitu banyak pengalaman, tapi kebetulan yang terbaik di dunia itu adalah Prof. Niek van Dijk, dia temen sekolah saya, temen deket dari Belanda. Ya udah akhirnya, kita korespondensi ke dia, kemudian kita bicara supaya bisa dioperasi. Ya mudah-mudahan bisa secepetnya, Karena tidak bisa terlampau lama untuk Marcus menunggu," lanjutnya.

Baca juga: Marcus Gideon akan Jalani Operasi Ankle, Sang Istri Ungkap Kronologi dan Jadwal Operasinya

Baca juga: Marcus Gideon Jalani Operasi Tulang Tumbuh di Ankle, Minions Mundur dari Dua Turnamen

Kemudian, dokter Nicolaas menjelaskan waktu yang dibutuhkan agar Marcus bisa kembali berlatih dan bertanding.

Katanya, saat ini benang jahitan pada operasi Marcus Gideon sudah mulai dicabut dan dilanjutkan dengan proses rehabilitasi.

Menurut dokter, diperkirakan Marcus Gideon dapat kembali berlatih lagi pada akhir Mei 2022.

"Jadi, hari ini kita akan mulai mencabut benangnya. Kemudian, dia harus direhabilitasi dan kita harapkan pada akhir Mei sudah boleh latihan lagi. Sebab, kalau terlampau cepet, nanti peradangannya itu akan kembali lagi," papar dokter Nicolaas.

Operasi adalah keputusan yang sulit, terlebih jika melihat salah satu konsekuensinya adalah Marcus Gideon tidak bisa bertanding di Thomas Cup 2022.

Terkait hal ini, Marcus pun memberikan penjelasannya.

Marcus merasakan sakit yang luar biasa, dan sudah menjalani berbagai perawatan, dan minum obat-obatan.

Namun, ia mempertimbangkan bahwa daripada minum obat penahan sakit terus-menerus, akan lebih bijaksana lagi untuk menjalani operasi.

"Pertama, soalnya sakitnya kan sudah lama, terus kita sudah mencoba segala macam treatment, tadi Prof Nico juga sudah ngomong, udah fisio, udah di-massage, udah diapain lagi, banyak macem, udah dari tur Europe yang kemarin itu udah sakit. Sakit banget. Tapi, masak tiap kali main kita minum obat, masak selama itu kita minum obat terus, jadi takut kan ke badan. Jadi, saya sudah sama Prof Nico gimana enaknya, soalnya ini pertandingan kan terus tiap bulan banyak. Jadinya harus tetap main dan kalau mainnya nggak prima dan nggak maksimal juga percuma, maksudnya hasilnya kan nggak akan maksimal. Jadinya, Prof Nico saranin operasi juga dan akhirnya dilakuinlah operasi," terang Marcus.

Pebulutangkis yang akrab dengan julukan Sinyo ini pun menjelaskan perasaannya saat mengambil keputusan untuk operasi ankle.

Ia mengaku menyesal dan ingin ikut bertanding membawa nama Indonesia.

Namun, ia mempertimbangkan bahwa sebaiknya fokus pada cedera dan operasi ankle-nya, serta menyebut bahwa ada pemain lain yang bagus yang dapat bergabung dengan tim.

"Ya pastinya menyesal, kepingin ikut tim buat bela Indonesia lagi soalnya kemarin kan kita juga udah abis juara, ya tapi mau gimana, saya kalau main juga belum tentu maksimal dan daripada mengecewakan nanti hasilnya nggak bagus, kasihan tim juga, mending kasih yang lain, kan banyak juga yang bagus," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved