Pemuda Muslim Kampung Kodok Tobelo Pajang Ela-Ela Satu Kilo Meter di Depan Rumah Warga
Dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar, pemuda muslim Kampung Kodok Desa Gamsungi, Kecamatan Toebelo, buat lampu Ela-ela menggunakan bambu.
TRIBUNTERNATE.COM- Dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar, pemuda muslim Kampung Kodok Desa Gamsungi, Kecamatan Tobelo, buat lampu Ela-ela menggunakan bambu.
Ralf Mumulati, ketua Pemuda muslim Kampung Kodok, Desa Gamsungi mengatakan,
Ia dan teman-temannya menyiapkan lampu Ela-ela menggunakan bambu.
Di dalam bambu diisi tempurung kelapa lalu dibungkus kertas berwarna.
Pemuda setempat kali ini menyambut malam Lailatul Qadar dengan cara berbeda.
"Lampu Ela-Ela akan dipajang di depan rumah warga,"kata Ralf, Senin (25/4/2022).
"Rencananya lampu Ela-ela dipajang kurang lebih satu kilo meter ,"tambahnya.
Di antara malam kemuliaan dan keagungan bulan Ramadan adalah karena terdapat di dalamnya suatu malam yang sangat istimewa, Lailatul Qadar.
Tidak salah bila disebut bahwa Lailatul Qadar adalah puncak dari amaliyah Ramadan.
Meski detail waktunya tidak dijelaskan oleh nash, baik Al Qur’an maupun hadits, namun terdapat beberapa isyarat yang dikemukakan dalam kitab-kitab riwayat.
Intinya, bahwa malam agung dan mulia tersebut terjadi di antara malam-malam ganjil ‘asyr al-awakhir (sepuluh malam terakhir) di bulan Ramadan.
Tentu terdapat hikmah besar dibalik dirahasiakannya kapan waktu pasti terjadinya malam tersebut.
Antara lain adalah sebagai motivasi agar umat beriman lebih memaksimalkan ibadahnya pada sepuluh malam terakhir, bahkan seluruh malam-malam Ramadan.
Baca juga: Jelang Idul Fitri Aktivitas Pelabuhan Tobelo Masih Sepi, Penumpang Melonjak Diprediksi H-3 Lebaran
Baca juga: Pedagang Busana Muslim di Pasar Moderen Tobelo Keluhkan Sepi Pembeli
Paling tidak terdapat tiga faktor yang menjadikan Lailatul Qadar sangat mulia dan istimewa.
Pertama, karena Lailatul Qadar hanya terjadi dan ada pada bulan Ramadan, tidak pada bulan-bulan lainnya.
Kedua, pada Lailatul Qadar itulah Allah SWT.