Waspadai, Ini Gejala Hepatitis Akut Serta Langkah Pencegahan Dasar yang Bisa Dilakukan
Kemenkes sedang berupaya melakukan investigasi terkait penyebab muculnya hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.
TRIBUNTERNATE.COM - Kasus hepatitis akut misterius yang terjadi pada puluhan anak di belasan negara kini sedang menjadi perhatian.
Seperti diketahui, belakangan kasus hepatitis akut misterius yang terjadi pada anak-anak ditemukan di Eropa, Amerika, dan Asia.
Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) pun merespons secara serius kasus hepatitis akut misterius tersebut.
Pasalnya, hepatitis akut misterius ini juga telah menjangkiti anak-anak di Indonesia.
Tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr Ciptomangunkusumo Jakarta juga diduga menjadi korban penyakit ini.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab dari munculnya hepatisis akut ini.
Gejala Hepatitis Akut
Saat ini, Kemenkes sedang berupaya untuk melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut ini melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.
Adapun gejala yang ditemukan pada pasien-pasien tersebut, seperti dikutip dari laman Kemenkes adalah sebagai berikut:
Baca juga: Ada Dugaan Hepatitis Akut Mengarah ke Covid-19, Ini Penjelasan Pakar Epidemiologi
Baca juga: Hepatitis Akut Merebak dan Belum Diketahui Pemicunya, IDI dan IDAI Minta Masyarakat Patuhi Prokes
- Mual
- Muntah
- Diare berat
- Demam
- Kuning
- Kejang
Penurunan kesadaran
Langkah Pencegahan
Juru Bicara Kemenkes, dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan tetap tenang.
Masyarakat bisa melakukan langkah pencegahan dengan melakukan sebagai berikut:
- Mencuci tangan
- Memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih
- Tidak bergantian alat makan
- Menghindari kontak dengan orang sakit
- Melaksanakan protokol kesehatan
Nadia mengingatkan, jika anak-anak memiliki gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar segera memeriksakan anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Kemenkes juga meminta pihak terkait untuk menginformasikan kepada masyarakat untuk segera mengunjungi Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) terdekat apabila mengalami sindrom Penyakit Kuning, dan membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/pasien-anak-22.jpg)