Mudik Lebaran 2022
Mudik Lebaran 2022 Disebut Sukses dan Berjalan Lancar, Bagaimana Kata Pengamat?
Pengelola jalan tol, Jasa Marga mencatat 1,7 juta kendaraan keluar Jabodetabek sampai H-1 Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
TRIBUNTERNATE.COM - Lebaran 2022 adalah momen di mana mudik kembali diperbolehkan setelah 2 tahun terhambat oleh situasi pandemi Covid-19.
Pada tahun 2022 ini, pemerintah telah melonggarkan aturan mudik dan hasilnya, tercatat sejumlah rekor baru.
Lantas apakah mudik 2022 bisa disebut sukses dan lancar?
Mayoritas pemudik menggunakan moda transportasi darat dan melalui jalan tol. Sejumlah skema diberlakukan dan hasilnya musim mudik 2022 jadi lebih terkendali.
“Upaya manajemen prioritas dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan di jalan Tol Trans Jawa berupa ganjil genap, arus searah (one way) dan arus berlawanan arah (contra flow) sudah maksimal,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/5/2022).
Baca juga: Tender Gorden Rumah Dinas Anggota DPR RI Senilai Rp43,5 Miliar, Ini Kata MAKI, KPK, dan Formappi
Baca juga: Bayi 10 Bulan Diduga Hepatitis Akut, RSUD Dr Soetomo Lakukan Pemeriksaan Lebih Lanjut
Baca juga: Jumlah Pemudik Melebihi Prediksi, Sandiaga Uno Sebut Mudik Lebaran 2022 Sinyal Kebangkitan Ekonomi
Pengelola jalan tol, Jasa Marga mencatat 1,7 juta kendaraan keluar Jabodetabek sampai H-1 Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.
Angka ini lebih tinggi 9,5 persen dari tahun 2019 dan memecahkan rekor lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah mudik.
Badan Litbang Perhubungan (Maret 2022), merilis pilihan jalur yang dilalui pemudik adalah, Tol Trans Jawa 24,1 persen.
Sementara, pemudik yang memilih jalur lintas tengah Jawa 9,7 persen, Tol Cipularang 9,2 persen, jalur lintas pantai utara (pantura) Jawa 82, persen, dan Trans Sumatera (non tol) 4,7 persen.
Meski lalu lintas padat, angka kecelakaan tahun ini justru cenderung turun.
Berdasarkan data PT Jasa Raharja, jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2022 menurun dibandingkan tahun 2019.
Pada periode 25 April 2022 sampai 5 Mei 2022 tercatat ada 4.107 kecelakaan lalu lintas dan 568 korban di antaranya wafat.
Periode yang sama di tahun 2019 terdata 4.083 kecelakaan lalu lintas dan 824 orang wafat.
Dengan kata lain, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas menurun 28 persen. Kasus warga yang wafat turun 49 persen.
Dia juga mengapresiasi pengaturan waktu mobilisasi mudik dan balik yang sudah dimulai tahun ini.