Mudik Lebaran 2022

Mudik Lebaran 2022 Disebut Sukses dan Berjalan Lancar, Bagaimana Kata Pengamat?

Pengelola jalan tol, Jasa Marga mencatat 1,7 juta kendaraan keluar Jabodetabek sampai H-1 Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Editor: Rizki A
Tribunnews.com/Naufal Lanten
ILUSTRASI Situasi Arus Lalu Lintas Jalan Tol Cikopo-Palimanan Km 73 saat Diterapkan Aturan One Way atau Satu Arah menuju Jakarta pada Hari Pertama Prediksi Puncak Arus Balik Mudik Lebaran, Jumat (6/5/2022) sekira pukul 11.00 WIB. 

TRIBUNTERNATE.COM - Lebaran 2022 adalah momen di mana mudik kembali diperbolehkan setelah 2 tahun terhambat oleh situasi pandemi Covid-19.

Pada tahun 2022 ini, pemerintah telah melonggarkan aturan mudik dan hasilnya, tercatat sejumlah rekor baru.

Lantas apakah mudik 2022 bisa disebut sukses dan lancar?

Mayoritas pemudik menggunakan moda transportasi darat dan melalui jalan tol. Sejumlah skema diberlakukan dan hasilnya musim mudik 2022 jadi lebih terkendali.

“Upaya manajemen prioritas dengan rekayasa lalu lintas yang dilakukan di jalan Tol Trans Jawa berupa ganjil genap, arus searah (one way) dan arus berlawanan arah (contra flow) sudah maksimal,” kata Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat, Djoko Setijowarno, dalam keterangan yang diterima, Selasa (10/5/2022).

Baca juga: Tender Gorden Rumah Dinas Anggota DPR RI Senilai Rp43,5 Miliar, Ini Kata MAKI, KPK, dan Formappi

Baca juga: Bayi 10 Bulan Diduga Hepatitis Akut, RSUD Dr Soetomo Lakukan Pemeriksaan Lebih Lanjut

Baca juga: Jumlah Pemudik Melebihi Prediksi, Sandiaga Uno Sebut Mudik Lebaran 2022 Sinyal Kebangkitan Ekonomi

Pengelola jalan tol, Jasa Marga mencatat 1,7 juta kendaraan keluar Jabodetabek sampai H-1 Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah.

Angka ini lebih tinggi 9,5 persen dari tahun 2019 dan memecahkan rekor lalu lintas tertinggi sepanjang sejarah mudik.

Badan Litbang Perhubungan (Maret 2022), merilis pilihan jalur yang dilalui pemudik adalah, Tol Trans Jawa 24,1 persen.

Sementara, pemudik yang memilih jalur lintas tengah Jawa 9,7 persen, Tol Cipularang 9,2 persen, jalur lintas pantai utara (pantura) Jawa 82, persen, dan Trans Sumatera (non tol) 4,7 persen.

Meski lalu lintas padat, angka kecelakaan tahun ini justru cenderung turun.

Berdasarkan data PT Jasa Raharja, jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2022 menurun dibandingkan tahun 2019.

Pada periode 25 April 2022 sampai 5 Mei 2022 tercatat ada 4.107 kecelakaan lalu lintas dan 568 korban di antaranya wafat.

Periode yang sama di tahun 2019 terdata 4.083 kecelakaan lalu lintas dan 824 orang wafat.

Dengan kata lain, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas menurun 28 persen. Kasus warga yang wafat turun 49 persen.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved