Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Akhirnya Covid-19 Masuk Korea Utara, Kim Jong Un Langsung Terapkan Kebijakan Darurat Maksimal

Kasus Covid-19 yang disebabkan oleh sub-varian BA.2 dari strain omicron yang sangat menular tersebut, terdeteksi di ibu kota Pyongyang pada 8 Mei 2022

AFP via The Strait Times
Ilustrasi Covid-19 di Korea Utara. 

TRIBUNTERNATE.COM - Setelah tidak pernah tidak melaporkan adanya infeksi kasus Covid-19 sejak pandemi muncul pada akhir 2019 lalu, Korea Utara akhirnya melaporkan kasus Covid-19 pertama terdeteksi di negaranya.

Korea Utara telah memberlakukan penguncian nasional setelah mengkonfirmasi kasus Covid-19 pertamanya.

Kasus Covid-19 yang disebabkan oleh sub-varian BA.2 dari strain Omicron yang sangat menular tersebut, terdeteksi di ibu kota Pyongyang pada 8 Mei 2022 lalu.

Namun, media pemerintah Korea Utara baru melaporkan hal ini secara resmi pada hari ini, Kamis (12/5/2022).

Pihak berwenang Korea Utara tidak merinci jumlah kasus Covid-19 yang telah terdeteksi di negara tersebut.

Akan tetapi, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), otoritas setempat menyebut wabah itu sebagai "situasi serius".

Baca juga: Korea Utara Laporkan Kasus Covid-19 Pertama, Fasilitas Kesehatan dan Imunitas Warga Dikhawatirkan

Baca juga: Akhirnya Pecah Juga, Korea Utara Hadapi Gelombang I Covid-19, Seluruh Penduduknya Belum Divaksinasi

Sebuah pertemuan pemerintah yang dipimpin oleh pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, memerintahkan langkah-langkah pengendalian "darurat maksimum" untuk mengatasi krisis pencegahan epidemi yang akan diberlakukan di Korea Utara.

Dengan adanya laporan infeksi ini, menimbulkan kekhawatiran bagi negara yang menjadi salah satu dari sedikit yang tidak melaporkan kasus apa pun sejak pandemi dimulai lebih dari dua tahun lalu itu.

Sebelumnya, strategi pencegahan masuknya Covid yang diterapkan oleh Korea Utara dilakukan dengan melakukan penutupan perbatasan total sejak Januari 2020.

Meskipun demikian, mengutip Anadolu Agency, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak memiliki catatan tentang vaksinasi Covid-19 di Korea Utara.

Pyongyang diketahui telah menolak tawaran pasokan vaksin berulang kali dari komunitas internasional.

Pada pertemuan itu, para pejabat mengkritik departemen yang bertanggung jawab atas respons pandemi Korea Utara karena kecerobohan, relaksasi, tidak bertanggung jawab, dan inefisiensi.

Namun, menurut laporan KCNA, Kim Jong Un bersumpah untuk mengatasi krisis.

Ia memerintahkan semua kota dan kabupaten di seluruh negeri untuk benar-benar mengunci wilayah mereka.

Selain itu, ia juga mengarahkan pihak berwenang untuk memobilisasi persediaan medis cadangan yang disimpan untuk keadaan darurat sampai sekarang.

Kemudian, ia juga menyerukan langkah-langkah untuk meminimalkan ketidaknyamanan bagi warga Korea Utara.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved