Dapat Gelar Doktor Honoris Causa dari NYU, Seperti Apa Sebenarnya Riwayat Pendidikan Taylor Swift?
Pernah homescholling dan tak pernah kuliah, Taylor Swidt dianugerahi gelar doktor honoris causa bidang seni rupa oleh New York University.
TRIBUNTERNATE.COM - Penyanyi dan penulis lagu asal Amerika Serikat, Taylor Swift menerima gelar doktor kehormatan bidang seni rupa atau doktor Honoris Causa dari New York University (NYU), Rabu (18/5/2022).
Dalam kesempatan itu, penyanyi lagu "22" ini pun menyampaikan pidatonya yang dibumbui dengan banyak candaan.
"Alasan utama saya ada di sini adalah karena saya memiliki lagu berjudul '22'," tutur Taylor sambil berterima kasih kepada NYU.
NYU sendiri menyebut acara yang digelar di Yankee Stadium itu sebagai acara "doubleheader" yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Sebab, dalam acara tersebut mereka merayakan kelulusan angkatan 2022 bersamaan dengan angkatan 2020 dan 2021 yang upacara kelulusannya ditunda karena Covid-19.
"Hai, saya Taylor," kata Taylor membuka pidato kelulusannya.
"Terakhir kali saya berada di stadion sebesar ini, saya menari dengan sepatu hak tinggi dan mengenakan triko yang berkialauan. Pakaian ini (toga) ternyata jauh lebih nyaman," lanjutnya.
Tak berbeda dengan mahasiswa lain, saat pertama memasuki stadion Taylor Swift hadir dengan toganya yang dilengkapi dengan pangkat doktoral.
Ia tampak semringah dengan lipstik warna merah menyala, melempar senyuman dan melambai pada seluruh orang yang hadir di stadion tersebut.
Taylor lantas berpidato di hadapan seluruh mahasiswa, termasuk advokat Judith Heumann yang juga menerima gelar kehormatan dalam bidang kemanusiaan.
Baca juga: Perdana! New York University Hadirkan Mata Kuliah Taylor Swift, Apa Saja Isi Pelajarannya?
Baca juga: Profil Gong Yoo, Aktor Korea Selatan yang Digosipkan Dekat dengan Taylor Swift

Sebagai informasi, gelar kehormatan ini telah lama diimpikan oleh Taylor Swift. Hal itu pernah diungkapkannya dalam wawancara dengan Vogue di tahun 2016.
Saat itu, Taylor mengungkit tentang sahabatnya, Ed Sheeran yang telah mendapatkan gelar honoris causa dari England's University Campus Suffolk.
"Aku merasa dia meremehkanku karena aku tidak memiliki (gelar honoris causa)," canda Taylor saat itu.
Namun kini, Taylor Swift telah mendapatkan apa yang sudah lama ia dambakan.
"Saya ingin berterima kasih kepada NYU karena menjadikan saya, secara teknis, setidaknya di atas kertas, seorang dokter," kata Swift.
"Bukan gelar 'dokter' seperti yang Anda inginkan untuk berjaga-jaga dalam keadaan darurat. Kecuali, jika keadaan darurat khusus itu adalah bahwa Anda sangat perlu mendengarkan lagu dengan hook yang menarik," ucap Taylor berseloroh.
Swift lalu melanjutkan pidatonya dengan memberikan life hacks atau strategi terbaik untuk menjalani hidup kepada audiensnya.
Beberapa life hacks dari Taylor Swift itu di antaranya kita harus memiliki pola pikir "tangkap dan lepaskan", merangkul semua gagasan yang tampaknya "ngeri", dan "tidak pernah malu untuk mencoba."
Selain itu, Taylor juga menyampaikan ideolgi dari penasihatnya yang mengatakan bahwa "kesalahan sama dengan kegagalan," namun ia belajar bahwa kesalahan sebenarnya adalah "hal terbaik" dalam hidup.
Sebab, lanjut Taylor, dari kesalahan tersebut ia bisa belajar satu hal lain yang lebih besar.

Di akhir pidatonya, Taylor Swift memberikan kata-kata penyemangat, dan menggunakan gelar barunya sebagai tanda kualifikasinya.
"Hal-hal sulit akan terjadi pada kita, kita akan pulih, kita akan belajar darinya. Kita akan tumbuh lebih tangguh karenanya," kata Swift.
"Selama kita cukup beruntung untuk bisa bernapas, kita akan menarik napas, bernapas, bernapas dalam-dalam, (dan) membuang napas--saya (kini) seorang dokter, jadi saya tahu cara kerja pernapasan," canda Taylor.
Baca juga: Taylor Swift Rilis All Too Well (10 Minute Version), Bagaimana Respon Jake Gyllenhaal?
Baca juga: Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan dari Universitas Soka Jepang Pagi Ini
Riwayat Pendidikan Taylor Swift
Di masa mudanya, Taylor Swift kesulitan untuk menyesuaikan kehidupan menyanyinya dengan pendidikannya saat ia masih berusia 15 tahun.
Saat itu, karier Taylor Swift sedang naik-naiknya, dan sulit baginya untuk menyesuaikan diri dengan lembaga pendidikan formal.
Namun, Taylor Swift pernah menjalani sekolah menengah di Hendersonville High School, Tennessee selama dua tahun sebelum pindah ke Aaron Academy.
Kepindahannya ke Aaron Academy lantaran ia perlu menyesuaikan jadwal turnya dengan cara homeschooling.
Kemudian, ia lulus setahun lebih awal dan memiliki ijazah sekolah menengah atas.
"Saya tidak pernah memiliki pengalaman kuliah yang normal," kata Swift dalam pidato pemberian gelar honoris causa.
"Saya bersekolah di SMA negeri sampai kelas sepuluh dan menyelesaikan pendidikan saya mengerjakan tugas homeschooling di lantai terminal bandara."
"Kemudian saya pergi jalan-jalan dalam tur radio, yang terdengar sangat mewah."
"Padahal kenyataannya, itu dilakukan dengan mobil sewaan, motel, serta ibu saya dan saya yang berpura-pura bertengkar dengan keras selama naik pesawat, sehingga tidak ada yang mau duduk di kursi kosong di antara kita," kisah Swift.
Namun, sekarang Taylor Swift bisa menambahkan satu lagi daftar ke riwayat pendidikannya, yakni doktor kehormatan di bidang seni rupa.