Jumat, 10 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulaunya Sangat Indah dan Bersejarah, Morotai Harus Perkuat Identitas Budaya dan Wisata

Kekurangan Morotai saat ini Tidak Punya Identitas Budaya dan Wisata, Ini Sebabnya

Penulis: Fizri Nurdin |
Tribunternate.com/Fizri Nurdin
Ribuan orang padati pulau Dodola di hari ketiga Lebaran, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terlihat memadati Destinasi Pulau dinobatkan 10 Bali baru tersebut, Rabu (4/5/2022) / Fizri Nurdin 

TRIBUNTERNATE.COM - Morotai merupakan daerah pulau yang indah, bersejarah dengan budaya masyarakatnya yang khas. 

Selain punya Spot Wisata yang indah, Morotai juga salah satu pulau bersejarah sepanjang masa

Selain dihuni oleh Suku Tobelo Galela, Morotai juga dihuni beragam suku lain.

Reporter Tribunternate.com, Rabu (18/5/2022) mencoba menanyakan beberapa pecinta pariwisata di Kabupaten Pulau Morotai.

Sejumlah pecinta budaya dan wisata mengungkapkan tanggapan beragam terhadap pembangunan wisata maupun pembangunan kultur budaya yang ada di Morotai.

Mulkan Hi Sudin, Ketua Desa Wisata di Desa Galo-galo ini mengatakan, Masyarakat Morotai tidak punya identitas untuk kultural budaya bahkan pada tingkat ciri khas bagi Mulkan Morotai belum punya itu.

"Hari ini torang (kita) mengklaim identitas sementara kita tidak punya bukti, kalau bilang kita orang Tobelo Galela dimana torang (kita) punya identitas? sehingga kalau kita bicara tentang kultural, bicara tentang kebudayaan, bicara tentang ciri khas kebudayaan nyaris torang (kita) tidak punya referensi soal itu,"katanya.

Menurut Mulkan, menggunakan bahasa Tobelo Galela sebagai bahasa mayoritas di Morotai, tapi kultur dan identitas tidak bisa ditunjukan, juga dari sisi pembangunan juga Baginya harus bersamaan dengan kultur budaya.

"Saya bilang bahwa pembangunan harus melihat kultur, pembangunan harus melihat kebudayaan, masyarakat disini, jadi pembangunan tidak bisa melupakan ataukah meninggalkan nilai identitas dan kultural masyarakat di Morotai,"cetus Mulkan.

Bagi Mulkan, Bicara pariwisata kita tentu bicara kultural, bicara kebudayaan itu sebagai nilai tawar pariwisata, Bali maju selain dari faktor pembangunan di sektor jasa, dan juga di sektor kebudayaan.

Di Morotai ini untung punya pulau indah, punya pasir putih dan punya pantai yang bagus, punya terumbu karang yang bagus andaikan kalau itu tidak ada tidak ada apa-apa

Nah sehingga dibutuhkan inovasi anak-anak mudah juga, bahwa pemerintah harus mengajak, pemerintah harus memfasilitasi terutama anak-anak mudah yang kreatif untuk menumbuhkan inovasi di Morotai untuk menumbuhkan inovasi di Morotai dalam rangka mendorong pariwisata di Morotai.

"kalau misalkan pemerintah membangun lalu tidak ada keterlibatan anak-anak mudah terutama di Morotai, yah pembangunan yang ada pasti dalam benak pemerintah bangun Mall, karena dorang (mereka) berfikir pendapat cepat dapa doi (uang) PAD cepat banyak begitu,"

"Tapi dorang tidak pikir bahwa pembangunan yang berbasis pada pemberdayaan, pembangunan yang mengutamakan masyarakat agar punya peluang kerja agar bisa berinovasi dan itu menjadi nilai ekonomi untuk kehidupan hari-hari di Morotai,"ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan Aslan Pecinta Budaya, wisata, dan sejarahnya Morotai, mengungkapkan Morotai memiliki banyak cerita historisnya.

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved