Selasa, 21 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pulaunya Sangat Indah dan Bersejarah, Morotai Harus Perkuat Identitas Budaya dan Wisata

Kekurangan Morotai saat ini Tidak Punya Identitas Budaya dan Wisata, Ini Sebabnya

Penulis: Fizri Nurdin |
Tribunternate.com/Fizri Nurdin
Ribuan orang padati pulau Dodola di hari ketiga Lebaran, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, terlihat memadati Destinasi Pulau dinobatkan 10 Bali baru tersebut, Rabu (4/5/2022) / Fizri Nurdin 

Morotai itu banyak cerita, mulai dari Carita orang mangael (mancing) sampai pada orang berperang di negeri ini.

Karena itu Morotai terbentuk dari canga dalam bahasa Galela itu orang pigi mangael (Mancing) pigi menelusuri laut sampai peperangan, (perang dunia II)

Karena sebelumnya harus ada identitas yang menjadi identik sebagai simbol menjadi simbol sebuah daerah

"Saya ingin katakan bahwa soal panorama alam itu di daerah lain juga ada, tapi cerita yang tertanam tidak semua ada karena itu Morotai harus ada cerita, soal etnis misalkan suku Tobelo Galela (Togale) masuk di Morotai itu harus dipajang di museum atau di tempat-tempat publik,"

"Karena itu saya menawarkan ada meseum terbuka, ada yang prasastinya, replikanya tentang perang dunia II, dan tentang pemekaran, Kalau ada patung Bung Karno, kenapa tidak ada Patong Imam Lastori, atau Kiyai Hi Ahmad Syukur,"pintahnya.

Selain itu Aslan mengaku, Dengan sejuta budaya, tarian yang ada kenapa tidak ada yang memajang soal sejarah itu sehingga memudahkan pengunjung untuk ke mOrotai bahwa ini lah Morotai.

"Kalau ada tarian-tarian hari ini dilakukan di Festival, Tokuwela, tide-tide, cakalele dan lainnya kenapa tidak ada prasasti tentang itu, yang menjelaskan makna terselubung itu harus ada museum terbuka di titik kota biar menjadi magnet bagi bagi tamu yang datang,"ujarnya.

Selain itu Aslan berujar, Jika Wisata di Morotai dikenal oleh orang diluar sana kenapa tidak ada pajangan-pajangan kuliner dan pakaian adat untuk di perlihatkan bahwa ini morotai.

"Sebetulnya di tempat-tempat toko itu harus dititipkan kerajinan kuliner, orang Belanja itu ada pajangan kuliner di dalam setiap toko, dan setiap hotel itu harus ada pakaian adat biar Togalenya muncul disitu,"ujarnya.

Menurut Aslan harusnya pemerintah Daerah melalui DPRD buatlah satu perda mengatur soal itu.

"Jadi pemerintah daerah dalam hal ini DPRD membentuk Perda, setiap hotel yang membuka disini harus menggunakan kostum budaya, sehingga orang melihat Oh ini baju Tobelo Galelanya. baik di Hotel di Bandara di pelabuhan Feri pelabuhan besar, jadi harus ada identitas Baju yang dipajang untuk promosi wisata,"

Jadi Morotai lahir sama dengan Cina, Cina itu hanya tembok yang mati, tapi dibalik dinding tembok itu banyak catatan-catatan dari Yen, Yan, young, jacis Pau dan lainnya

"Cina mahal di permukaan mahal di dunia karena dengan cerita maka Morotai banyak cerita itu harus diangkat, Selaku anak muda di Morotai yang kami tawarkan harus ada identitas untuk menarik wisatawan yang berkunjung di Morotai,"pungkasnya.

Sementara Haikal Samlan Aktivis Pecinta lingkungan dan Wisata Morotai mengaku, mempromosikan lebih jauh wisata di Morotai, harus ada kreatif atau Cinderamata bagi pengunjung yang datang di Morotai.

Dodola salah satu pulau ikon wisata di Morotai itu harusnya ada punya tanda mata bagi pengunjung

"Misalnya dibuat semacam kreatif begitu supaya para pengunjung ada punya oleh-oleh bagi wisatawan, jadi terkesan bukan hanya datang begitu,"

"Maksimal ada Cendera mata, jadi mereka para pengunjung ini seperti datang hanya tempat persinggahan biasa saja, karena selama ini belum ada seperti itu."singkat Haikal mengakhiri.(*)

Sumber: Tribun Ternate
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved