Jokowi Sebut Pemerintah Gelontorkan Anggaran Rp502 Triliun demi Jaga Harga Pertalite hingga Listrik

Jokowi menyebut pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk mempertahankan harga Pertalite, Elpiji, dan tarif listrik.

Editor: Rizki A
YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah Indonesia tengah melakukan berbagai upaya untuk menjaga kestabilan ekonomi masyarakat, salah satunya adalah menyediakan anggaran jumbo sebesar Rp502 triliun.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut, besarnya anggaran ini dipicu oleh adanya pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina.

Menurutnya, saat ini tengah terjadi kenaikan harga energi dan komoditas pangan akibat dua peristiwa tersebut.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam pertemuan bersama relawannya pada acara Rakernas 5 Projo di Balkondes Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Magelang, Sabtu (21/05/2022) siang.

"Pemulihan ekonomi yang akan muncul (dilakukan) tahun ini (sulit karena kita) ditimpa oleh perang Rusia -Ukraina."

"Di seluruh dunia (energi) ini naik semua, energi ini berati bahan bakar minyak (BBM), gas, minyak, semua negara mengalami kenaikan. Yang kedua (komoditas) pangan, itu naik semuanya," kata Jokowi.

Sehingga, Jokowi menyebut pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk mempertahankan harga Pertalite, Elpiji, dan tarif listrik.

"(Masyarakat) supaya tahu, untuk mempertahankan harga Pertalite, harga Elpiji, (subsidi) listrik yang di bawah 3.000 VA, Pemerintah itu keluar (anggaran) besar sekali, yaitu Rp502 triliun," kata Jokowi dikutip dari tayangan Kompas Tv, Minggu (22/5/2022).

Belum lagi, kata Jokowi, pemerintah memberikan bantuan sosial yang anggarannya mencapai Rp154 triliun.

Tentu anggaran ini bukan merupakan anggaran yang kecil.

Baca juga: Kibarkan Bendera LGBT, Kedubes Inggris Duduki Trending, Ini Kata DPR, Muhammadiyah, hingga Kemlu RI

Baca juga: Viral Kisah Cinta Kakek dan Gadis 19 Tahun: Bertemu di Ziarah Wali, Biaya Pernikahan Rp700 Juta

Baca juga: Ada Isyarat Jokowi Dukung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Pengamat: Pernyataan Jokowi Itu Bersayap

BBM, LPG dan Listrik Subsidi, Tidak Naik

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa Badan Anggaran (Banggar) DPR RI telah menyetujui penambahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sehingga, BBM, LPG dan listrik yang disubsidi tidak jadi naik.

“Persetujuan DPR memastikan bahwa BBM, LPG dan listrik yang disubsidi tidak naik."

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved