Minggu, 3 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Cacar Monyet Meluas, Kemenkes Minta Rakyat Lakukan Pencegahan, Ini Gejala & Cara Penularannya

Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan sebagai tindakan waspada terhadap penularan penyakit cacar monyet.

Tayang:
Brian W.J. Mahy/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit/AFP
Foto selebaran yang disediakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ini diambil pada tahun 1997 selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), dan menggambarkan permukaan punggung kasus cacar monyet di seorang pasien yang menunjukkan munculnya ruam karakteristik selama tahap penyembuhan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengimbau masyarakat untuk melakukan sejumlah langkah pencegahan sebagai tindakan waspada terhadap penularan penyakit cacar monyet.

Seperti diketahui, kini virus cacar monyet atau monkeypox telah menyebar di belasan negara di dunia, mulai dari Afrika, Eropa hingga Amerika Serikat.

Kemenkes sendiri belum mencatat adanya kasus cacar monyet di dalam negeri. Namun, bukan berarti masyarakat bisa lengah terhadap penularan virus monkeypox ini.

Hal itu disampaikan oleh Juru Bicara Kemenkes RI, Mohammad Syahril dalam konferensi pers virtual pada Selasa (24/5/2022).

"Hingga saat ini belum ada kasus (cacar monyet) yang dilaporkan dari Indonesia,” kata Mohammad Syahril.

Menanggapi penyebaran virus cacar monyet ini, Kemenkes melakukan tindakan kewaspadaan dengan memperbarui situasi dan frekuensi question (FAQ) terkait monkeypox.

Melansir Tribunnews.com dari laman Infeksi Emerging Kemenkes, di bawah ini daftar tanya jawab soal kasus cirus cacar monyet yang sedang merebak:

1. Apa itu Monkeypox?

Monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis).

Virus  monkeypox merupakan anggota genus Orthopoxvirus dalam keluarga Poxviridae.

Genus Orthopoxvirus juga  termasuk virus variola (penyebab cacar Smallpox) dan virus vaccinia (digunakan dalam vaksin cacar Smallpox).

Baca juga: Jerman, Inggris hingga AS Laporkan Kasus Cacar Monyet di Negaranya, WHO Sebut Virus Ini akan Meluas

Baca juga: Waspada! Virus Cacar Monyet Serang Manusia, Sudah Menyebar di Eropa dan Amerika

2. Mengapa dinamakan Monkeypox atau Cacar Monyet?

Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark.

Saat itu, ada dua kasus seperti cacar yang muncul pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian.

Nah, dari peristiwa itulah akhirnya penyakit ini dinamakan 'monkeypox'.

3. Jika Monkeypox adalah penyakit zoonosis, hewan apa saja yang dapat menularkan?

Di Afrika, infeksi monkeypox telah ditemukan pada banyak spesies hewan.

Di antaranya terjadi pada monyet, tikus Gambia dan tupai.

Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus).

4. Apakah di Indonesia pernah ditemukan kasus Monkeypox?

Sampai saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia.

Ilustrasi virus cacar monyet yang menyerang manusia.
Ilustrasi virus cacar monyet yang menyerang manusia. (The Strait Times)

5. Apakah Monkeypox dapat menular?

Monkeypox merupakan penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang ditularkan oleh virus ke manusia dari hewan, seperti monyet dan hewan pengerat (rodent) melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh atau lesi kulit hewan yg terinfeksi, dan mengonsumsi daging hewan liar yang  terkontaminasi (bush meat).

Penularan antar manusia melalui kontak dengan sekresi pernapasan, lesi kulit dari orang terinfeksi atau benda yang terkontaminasi.

Tenaga kesehatan, orang yang tinggal serumah dan kontak erat lain merupakan orang yang berisiko tinggi.

Penularan juga terjadi melalui plasenta dari ibu ke janin atau kontak selama persalinan.

Penularan seksual masih belum jelas sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan. 

6. Bagaimana Monkeypox ditularkan? 

Virus monkeypox dapat ditularkan ke manusia ketika ada kontak langsung dengan hewan terinfeksi (gigitan atau cakaran), pasien terkonfirmasi monkeypox, atau bahan yang terkontaminasi virus (termasuk pengolahan daging binatang liar).

Masuknya virus adalah melalui kulit yang rusak, saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut).

7. Apa saja tanda dan gejala Monkeypox?

Masa inkubasi (interval dari infeksi sampai timbulnya gejala) monkeypox biasanya 6 – 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5-21 hari.

Gejala yang timbul diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.

Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan.

Dalam 1-3 hari setelah gejala awal atau fase prodromal, akan memasuki fase erupsi berupa munculnya ruam atau lesi pada kulit biasanya dimulai dari wajah kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya secara bertahap.

Ruam atau lesi pada kulit ini berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras atau keropeng lalu rontok.

Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai periode lesi tersebut menghilang dan rontok.

Monkeypox biasanya merupakan penyakit yang dapat sembuh sendiri dengan gejala yang berlangsung selama 14 – 21 hari.

Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien dan tingkat keparahan komplikasi.

Kasus kematian bervariasi tetapi kurang dari 10 % kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya adalah anak-anak.

Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit monkeypox.

8. Kapan seseorang harus mencari pertolongan medis?

Seseorang dengan gejala mirip monkeypox dan memiliki kontak dengan orang/hewan yang yang dicurigai monkeypox atau memiliki riwayat perjalanan dari wilayah yang melaporkan kasus maka tidak perlu panik.

Segera konsultasi dan berobat ke fasilitas pelayanan kesehatan.

9. Apa perbedaan utama Monkeypox dengan Smallpox?

Perbedaan utama terletak pada gejalanya, yaitu pada Monkeypox ada limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), sedangkan pada Smallpox tidak ada.

Baca juga: Kajian Awal di Israel Sebut Hepatitis Akut Berkaitan dengan Virus Corona Subvarian Omicron BA.2

Baca juga: Menkes Tegaskan Penyakit Mulut dan Kuku Tidak Menular ke Manusia, Jokowi Minta Para Menteri Waspada

10. Kapan seseorang yang terinfeksi Monkeypox menular?

Seseorang yang terinfeksi berisiko menularkan Monkeypox sejak timbulnya ruam atau lesi Setelah semua keropeng rontok, seseorang sudah tidak berisiko menularkan lagi.

11. Bagaimana mendiagnosis Monkeypox?

Monkeypox hanya dapat didiagnosis secara pasti melalui pemeriksaan laboratorium rujukan.

Namun secara klinis, diagnosis banding Monkeypox dapat mempertimbangkan penyakit ruam lain, seperti cacar Smallpox (meskipun sudah diberantas), cacar air, campak, infeksi kulit akibat bakteri, kudis, sifilis, dan alergi terkait obat.

12. Untuk pemeriksaan laboratorium, jenis spesimen apa yang diperlukan dan bagaimana pengelolaannya?

Spesimen diagnostik yang optimal berasal dari lesi - usapan cairan dari eksudat lesi atau keropeng yang disimpan dalam tabung kering dan steril (tidak menggunakan media transportasi virus/VTM) dan harus dijaga agar tetap dingin.

Darah dan serum dapat digunakan tetapi sering kali tidak dapat disimpulkan karena durasi viremia yang pendek dan waktu pengumpulan spesimen.

13. Bagaimana Pengobatan Monkeypox?

Sampai saat ini belum ada pengobatan yang spesifik untuk monkeypox. Pengobatan lebih bersifat simptomatis dan suportif.

14. Apakah tersedia Vaksin Monkeypox?

Vaksin yang digunakan selama program pemberantasan cacar (smallpox) memberikan perlindungan terhadap monkeypox.

Vaksin baru yang dikembangkan untuk smallpox telah disetujui pada tahun 2019 untuk digunakan dalam mencegah monkeypox namun ketersediaan global masih terbatas.

15. Bagaimana Monkeypox dapat dicegah?

Monkeypox dapat dicegah dengan beberapa cara, di antaranya:

  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti cuci tangan dengan air dan sabun, atau menggunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.
  • Menghindari kontak langsung dengan tikus atau primata dan membatasi pajanan langsung dengan darah atau daging yang tidak dimasak dengan baik.
  • Menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material yang terkontaminasi, termasuk tempat tidur atau pakaian yang sudah dipakai penderita.
  • Menghindari kontak dengan hewan liar atau mengkonsumsi daging yg diburu dari hewan liar (bush meat).
  • Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit monkeypox agar segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan, serta menginformasikan kepada petugas kesehatan tentang riwayat perjalanannya.
  • Petugas kesehatan agar menggunakan sarung tangan, masker dan baju pelindung saat menangani pasien atau binatang yang sakit.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tanya Jawab tentang Penyakit Cacar Monyet: Tanda dan Gejala hingga Cara Penularan Monkeypox

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved