Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Hendra

Virus Hendra Merebak dan Dapat Ditularkan dari Kuda, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra.

csiro.au/Alex Hyatt
Gambar electrophotograph Virus Hendra 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi Covid-19 belum usai, kini muncul virus baru yang memicu kekhawatiran di dunia kesehatan.

Yakni, virus hendra.

Virus hendra dapat menyebabkan penyakit langka yang menginfeksi kelelawar pemakan buah dan dapat menyebar ke kuda sehingga berpotensi menularkannya ke manusia.

Ini artinya, penyakit yang disebabkan virus hendra bersifat zoonosis.

Sampai saat ini, belum ditemukan kasus penyakit virus hendra pada manusia maupun hewan ternak di Indonesia.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan, virus hendra dapat menular dari inang alami flying fox (kelelawar dari genus Pteropus) ke hewan lain dan ke manusia (zoonosis).

Namun, penularan manusia ke manusia hingga saat ini belum dilaporkan.

Penularan virus Hendra ke manusia dapat terjadi setelah terpapar cairan dan jaringan tubuh atau kotoran kuda yang terinfeksi virus Hendra.

Kuda dapat terinfeksi setelah terpapar virus dalam urine flying fox yang terinfeksi.

Baca juga: Besok Kulminasi Agung, Simak Cara Menentukan Arah Kiblat Saat Matahari Tepat di Atas Kakbah

Baca juga: Putra Sulung Ridwan Kamil Terseret Arus Sungai di Swiss, Akun Instagramnya Dibanjiri Doa dan Harapan

Baca juga: Innalillahi, Buya Syafii Maarif Meninggal Dunia, Muhammadiyah Berduka

Hewan kuda - Simak penjelasan mengenai virus hendra yang penularannya berasal dari kuda.
Hewan kuda - Simak penjelasan mengenai virus hendra yang penularannya berasal dari kuda. (freepik)

Gejala dan Pencegahannya

Setelah inkubasi 9-16 hari, pasien akan mengalami infeksi saluran pernafasan seperti demam, batuk, nyeri tenggorokan.

Penyakti virus hendra dapat dicegah melalui:

- Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan, konsumsi gizi seimbang, istirahat cukup, etika batuk/bersin.

- Hindari perburuan hewan liar.

Ilustrasi anak terserang gejala flu, batuk, pilek, dan demam.
Ilustrasi anak terserang gejala flu, batuk, pilek, dan demam. (Shutterstock)

- Hindari kontak dengan hewan ternak (seperti kuda) yang kemungkinan terinfeksi. Bila kontak menggunakan alat
pelindung diri.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved