Langganan Banjir, Warga Desa Mamuya Blokir Jalan Trans Tobelo-Galela, Tuntut Perhatian Pemerintah
Warga Desa Mamuya Kecamatan Galela menuntut Pemerintah Provinsi untuk segera menyelesaikan permasalahan banjir yang dialami.
TRIBUNTERNATE.COM - Warga Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Halmahera Utara.
Sangat geram dengan sikap Pamkab Halmahera Utara, yang cuek pemasalahan banjir yang dialami.
Bagaimana tidak, Desa Mamuya berada di Jalan Trans Tobelo-Galela menjadi daerah langganan banjir dikala hujan.
Jumat (27/5) sore saat hujan lebat, salah seorang Anggota DPRD Maluku Utara, Amran Ali kebetulan melintas.
Baca juga: Seperti Ini Daftar Harga Bapok di Ternate Sabtu, 28 Mei 2022
Warga yang melihat ia menaiki mobil dinas, bergegas mengejar lalu mencegat.
Alhasil, ia pun turun dan beradu mulut dengan puluhan warga yang kesal.
Perdebatan ditengah rintih hujan itu, mengakibatkan kemacetan sepanjang 2 kilo meter.
Ia pun mengajak perwakilan warga, agar bersama-sama menemui Gubernur Maluku Utara.
Dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara, di Sofifi.
"Siapa yang ikut saya bertemu Gubernur dan BPJN, untuk sampaikan kondisi ini, "ucapnya dengan nada tinggi.
Menurutnya, reaksi warga kali ini dinilai wajar, lantaran janji Pemkab membuat sebuah jembatan, tak kunjung ditepati.
"Ini karena Pemda hanya berjanji, tapi tak ada realisasi, sehingga warga membuat aksi blokir jalan, "ujarnya.
Karena itu ia mendesak, Gubernur dan BPJN Maluku Utara memperhatikan kondisi jalan Desa Mamuya, Kecamatan Galela.
"Kejadian banjir bukan kali pertama, tetapi sudah berungkali, dan korbannya adalah warga itu sendiri, "tegasnya.
Terpisah, Sefnat Dawilw perwakilan warga setempat menegaskan.