Terkini Internasional

Cacar Monyet Meluas, WHO: Ada Penularan Tak Terdeteksi di Negara Non-Endemik

Kemunculan Monkeypox secara tiba-tiba di beberapa negara yang tidak endemik menunjukkan penularan yang tidak terdeteksi.

Editor: Rizki A
Brian W.J. Mahy/Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit/AFP
Foto selebaran yang disediakan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit ini diambil pada tahun 1997 selama penyelidikan wabah cacar monyet, yang terjadi di Republik Demokratik Kongo (DRC), dan menggambarkan permukaan punggung kasus cacar monyet di seorang pasien yang menunjukkan munculnya ruam karakteristik selama tahap penyembuhan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam beberapa waktu terakhir, virus cacar monyet (monkeypox) bermunculan di sejumlah negara di dunia.

Awalnya, diketahui cacar monyet pertama kali muncul di Afrika Tengah.

Namun, kini penyebarannya terdeteksi di belasan negara di dunia, mulai dari Afrika, Eropa hingga Amerika Serikat.

Lalu, seberapa berat risiko penyebaran cacar monyet terhadap aspek kesehatan global?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, cacar monyet menimbulkan 'risiko sedang' pada kesehatan masyarakat secara keseluruhan di tingkat global.

Hal ini terungkap setelah muncul kasus di negara-negara di mana penyakit itu biasanya tidak ditemukan atau menjadi endemik.

"Risiko kesehatan masyarakat bisa menjadi tinggi, jika virus ini memanfaatkan peluang untuk menetapkan dirinya sebagai patogen manusia dan menyebar ke kelompok yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah seperti anak kecil dan orang yang mengalami gangguan kekebalan (immunicompromised)," kata WHO hari Minggu kemarin.

Baca juga: Pencarian Emmeril Kahn: Ridwan Kamil Perpanjang Cuti, Keluarga Ikhlas Terima Apa pun Hasilnya

Baca juga: Banyak Ramalan Soal Putra Ridwan Kamil Hilang di Swiss, MUI Jabar: Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Baca juga: Virus Cacar Monyet Meluas, Kemenkes Minta Rakyat Lakukan Pencegahan, Ini Gejala & Cara Penularannya

Sementara itu, kemunculan Monkeypox secara tiba-tiba di beberapa negara yang tidak endemik menunjukkan penularan yang tidak terdeteksi.

Dikutip dari laman www.cbc.ca, Senin (30/5/2022), WHO mencatat 23 negara yang tidak endemik virus ini telah melaporkan total 257 kasus yang dikonfirmasi dan 120 kasus yang dicurigai pada 26 Mei lalu.

Sebagian besar kasus cacar monyet atau Monkeypox baru-baru ini telah diidentifikasi diantara pria gay, biseksual, dan pria lain yang berhubungan seks dengan sesama pria
Sebagian besar kasus cacar monyet atau Monkeypox baru-baru ini telah diidentifikasi diantara pria gay, biseksual, dan pria lain yang berhubungan seks dengan sesama pria (Hindustanewshub)


Menurut pembaharuan penyakit terbaru WHO yang dirilis pada hari Minggu kemarin, pada Kamis lalu, Kanada telah melaporkan 26 kasus yang dikonfirmasi ke WHO, dan 25 hingga 35 kasus yang dicurigai kini sedang diselidiki.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved